IHSG Kamis Berpeluang Bergerak di Kisaran 8.625–8.750, Simak Rekomendasi Sahamnya

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada hari ini, Kamis, 11 Desember, setelah kemarin naik 0,51 persen ke level 8.700,92.

Phintraco Sekuritas dalam risetnya menjelaskan bahwa sejumlah data ekonomi serta aksi korporasi emiten turut menopang rebound indeks. Meski sempat muncul kabar mengenai potensi kegagalan perjanjian dagang Indonesia-AS yang diteken pada Juli 2025 karena dugaan pelanggaran komitmen oleh Indonesia, sentimen tersebut belum memberikan tekanan berarti pada perdagangan kemarin.

Kenaikan harga beberapa saham yang sedang menggelar aksi korporasi masih menjadi penyangga utama pergerakan indeks. Dari sisi teknikal, histogram MACD masih berada di area positif, sementara Stochastic RSI membentuk death cross dengan peningkatan volume jual. IHSG juga masih bergerak di atas MA5.

"Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan bergerak dalam rentang 8.625–8.750 pada perdagangan Kamis dengan level resistance di 8.750, pivot 8.700, dan support di 8.600," jelas Phintraco Sekuritas.

Dari sisi makro domestik, penjualan ritel Indonesia tumbuh 4,3 persen YoY pada Oktober 2025, lebih tinggi dari 3,7 persen YoY pada September dan melampaui estimasi 4 persen YoY.

"Ini menjadi pertumbuhan enam bulan beruntun sekaligus yang tertinggi sejak Juli 2025, didorong paket stimulus pemerintah yang meningkatkan daya beli. Menjelang akhir tahun, konsumsi diperkirakan terus menguat seiring perayaan hari besar dan libur Nataru," jelas Phintraco Sekuritas.

Dari kawasan Asia, mayoritas bursa regional terkoreksi pada Rabu. Inflasi Tiongkok tercatat naik ke 0,7 persen YoY pada November 2025, level tertinggi sejak Februari 2024. Sementara itu, indeks futures Wall Street bergerak relatif stagnan karena investor menunggu hasil pertemuan The Fed.

Untuk perdagangan Kamis ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham, yaitu ARTO, PTPP, SMDR, ASSA, dan MBMA.