Kementerian PU Ungkap Ada 1.666 Titik Kerusakan akibat Banjir dan Tanah Longsor Sumatera

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyampaikan, hasil identifikasi kerusakan di lokasi terdampak banjir dan tanah longsor di Sumatera menunjukkan sedikitnya ada 1.666 titik kerusakan. Sumatera Barat menjadi provinsi dengan titik kerusakan terbanyak.

Hal itu disampaikan Wamen PU Diana Kusumastuti dalam Rapat Kerja (Raker) bersama Komisi V DPR RI terkait Kesiapan Infrastruktur dan Transportasi dalam Rangka Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 8 Desember.

"Identifikasi lokasi terdampak bencana pada tiga provinsi di Sumatera, ini tercatat 1.666 titik kerusakan," kata Diana.

Diana merincikan, ada 477 titik kerusakan di Aceh, 275 titik kerusakan di Sumatera Utara (Sumut) dan di Sumatera Barat (Sumbar) tercatat 914 titik kerusakan.

Dia menjelaskan, untuk Provinsi Aceh, mayoritas kerusakan didominasi oleh banjir tanggul kritis. "Aceh ini sebanyak 477 titik kerusakan didominasi oleh banjir tanggul kritis 143, longsor 46 dan banjir tanggul jebol ada 36," ucap dia.

Untuk Provinsi Sumut, Diana bilang, titik-titik kerusakan banyak disebabkan oleh longsor dan jalan tergenang. "Di Sumatera Utara, ini terdapat 275 titik kerusakan, didominasi longsor 113, jalan tergenang 17 dan juga jalan putus ada 13," ujar Diana.

Sedangkan untuk Provinsi Sumbar, mayoritas titik-titik kerusakan dikarenakan adanya longsor dan banjir. "Sedangkan Sumatera Barat ini terdapat 914 titik kerusakan, didominasi longsor 203, banjir 119 dan jembatan tergerus ini ada 56," terangnya.

Adapun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis data terbaru pada Senin, 8 Desember 2025, terkait banjir bandang dan longsor yang melanda tiga provinsi di Pulau Sumatera.

Hingga pukul 15.49 WIB, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 961 jiwa. Selain itu, 234 orang masih hilang dan sekitar 5.000 warga mengalami luka-luka.

BNPB melaporkan, sedikitnya ada 52 kabupaten dan kota dengan total sekitar 156.500 rumah mengalami kerusakan akibat bencana tersebut. Fasilitas umum, kesehatan, rumah ibadah, gedung perkantoran, jembatan dan fasilitas pendidikan turut terdampak cukup parah.

Melalui situs resminya, BNPB merinci kerusakan tersebut meliputi 1.200 fasilitas umum, 199 fasilitas kesehatan, 534 fasilitas pendidikan, 420 rumah ibadah, 234 gedung atau kantor serta 435 jembatan.

Korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dengan 179 jiwa. Disusul Aceh Utara 138 korban, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, 102 korban, dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, 85 korban.

Sementara itu, jumlah pengungsi tertinggi berada di Aceh Utara dengan 299.500 warga. Hingga saat ini, tim search and rescue (SAR) gabungan masih melakukan pencarian dan evakuasi di sejumlah lokasi terisolasi akibat akses jalan terputus.