Kantor BSI Alam Sutra Tower Jaksel Digeruduk Massa, Tuntut Pencairan Dana Rp10 Triliun
JAKARTA - Alam Sutra Tower yang berada di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan mendadak heboh stelah digeruduk massa yang mengaku dari berbagai daerah, Senin, 8 Desember. Informasi didapat di lokasi, massa menuntut Bank Syariah Indonesia (BSI) untuk segera melakukan pencairan dana yang dijanjikan.
Hingga siang hari, massa masih bertahan di depan gedung sambil menanti respons resmi dari pihak Bank BSI. Namun, sampai berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi yang disampaikan pihak bank terkait tuntutan tersebut.
Koordinator massa, Santoyo, yang disebut sebagai Parental Guidance (PG) warga, menjelaskan bahwa kedatangan mereka merupakan bagian dari upaya untuk mendorong percepatan pencairan dana.
“Sebagai masyarakat, kami ini perwakilan pemilik dana, pemilik sistem, dan pemilik aset global. Yang kami tahu, dana ini dikucurkan oleh pemerintah. Ada lima ‘ambera’ pembagian dana. Untuk hari ini, kami datang agar dana itu dicairkan dulu,” ujar Santoyo kepada VOI di lokasi, Senin 8 Desember 2025.
Ia menegaskan bahwa tuntutan mereka ditujukan langsung kepada Bank BSI untuk segera mencairkan dana yang disebut sebanyak Rp10 triliun, sebagaimana tercantum dalam poin-poin instruksi yang dibawa warga, diantaranya:
-Fee untuk Pemilik Dana, Pemilik Sistem, dan Pemilik Aset Global.
-Hibah kepada Pemerintah Republik Indonesia.
-Hibah kepada Bank Syariah Indonesia.
-Investasi kepada Para Penerima Manfaat.
Santoyo turut menyebut bahwa penerima manfaat adalah warga yang hadir dalam aksi tersebut. Ia mempertanyakan alasan dana yang diklaim telah disiapkan pemerintah belum juga dapat mereka akses.
“Pemerintah sudah keluarkan budget. Kenapa kami tidak bisa memanfaatkan? Sampai sekarang belum ada pencairan,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu peserta aksi mengaku datang karena dijanjikan akan ada pencairan bantuan “Merah Putih” melalui BSI.
“Kami ke sini karena dijanjikan pencairan bantuan Merah Putih dari pemerintah. Katanya hari ini, dan ini sudah tiga kali pertemuan. Pencairannya di BSI sini,” ujarnya
Lebih lanjut, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly yang menemui peserta aksi, sempat melakukan komunikasi.
“Sudah dijelaskan pihak BSI di transfer ke rekening pribadi. Jadi tidak ada pencairan di sini, kita akan koordinasi lagi ini masih panjang,” tutupnya.
Hingga kini masyarakat masih menunggu hasil komunikasi perwakilan Merah Putih dengan pihak Bank BSI.