Mengenal Smartphone Pinky, Fenomena Terkait Durasi Memegang Ponsel

JAKARTA - Saat ini muncul fenomena smartphone pinky, yang berkaitan dengan durasi seseorang memegang ponsel. Seseorang yang mengalami fenomena ini biasanya memegang ponsel dengan posisi yang sama selama berjam-jam.

Kebiasaan tersebut membuat lekukan atau cekungan pada jari kelingkung akibat sering menopang bagian ponsel, sehingga disebut sebagai smartphone pinky.

Fenomea tersebut bukan diagnosis resmi, tetapi para dokter menyebut kasusnya semakin banyak ditemukan pada pengguna gawai. Terutama pada generasi muda, yang menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengetik, scrolling media sosial, atau lainnya di ponsel.

“Fenomena ini paling terlihat pada pengguna ponsel berukuran besar yang menjadikan kelingking sebagai ‘rak penyangga’,” kata dokter spesialis rehabilitasi medik dan kedokteran fisik, Samuel T. Dona, Jr., MD, dikutip dari Health, pada Senin, 8 Desember 2025.

Perlu diketahui bahwa jari kelingking berperan penting dalam kekuatan genggaman tangan. Jari ini bahkan menyumbang hingga sepertiga dari total kekuatan tersebut.

Hal yang menyebabkan smartphone pinky terjadi adalah ketika kelingking dipaksa menopang ponsel terus-menerus, tekanan berulang membuat jaringan di sekitar sendi dan saraf mengalami iritasi. Kondisi ini kemudian memicu gejala seperti:

- Kekakuan pada pangkal kelingkung

- Sensasi bunyi “klik” saat jari ditekuk atau diluruskan

- Penebalan kulit atau kalus

- Rasa kesemutan

- Sulit meluruskan jari

- Penurunan kekuatan genggaman

Perubahan pada postur tangan ini dapat memicu ketegangan dan berpotensi berkembang menjadi masalah yang lebih serius, jika kebiasaan menggunakan ponsel tidak diubah.

Kondisinya tidak hanya meninggalkan lekukan. Para ahli menyebut dapat menimbulkan berbagai gejala lain, seperti nyeri, kesemutan, kaku, hingga berkurangnya kekuatan genggaman.

“Jika kebiasaan tidak berubah, risiko keluhan seperti mati rasa, kelemahan, hingga cedera berulang pada tangan dan pergelangan bisa meningkat,” kata spesialis orthopedi dan soesialis tangan lengan, Bishoy Saad, DO.

Oleh karena itu, kebiasaan memegang ponsel dalam waktu lama harus diubah untuk mencegah smarphone pinky. Dianjurkan untuk batasi durasi menggenggam ponsel, turunkan jika tidak menggunakannya dan lakukan peregangan jari secara berjala.

Selain itu, dianjurkan untuk menggunakan dua tangan, jangan hanya mengandalkan satu jari untuk menopang ponsel. Manfaatkan juga penyangga atau aksesori ponsel untuk membantu menjaga posisi tangan lebih netral.