Komisi IX DPR Minta Kemenkes Terus Monitor Kondisi Pengungsi di Sumatera: Banyak yang Kena Diare-ISPA

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris meminta Kementerian Kesehatan segera memantau kondisi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Charles mengatakan pihaknya telah menerima laporan banyaknya penyakit yang diderita oleh sejumlah pengungsi bencana di Sumatera. Ia pun meminta Kemenkes segara menangani penyakit yang menerpa para pengungsi.

“Yang sudah ditemukan penyakit seperti, yang banyak ya, diare, ISPA, leptospirosis. Karena itu kami meminta Kemenkes untuk memonitor terus dan mencari apa yang dibutuhkan sehingga pelayanan kesehatan tepat sasaran dan juga tetap bisa diberikan kepada yang membutuhkan,” ujar Charles, Sabtu, 6 Desember.

“Termasuk juga inventori obat-obatan yang memang dibutuhkan di lapangan. Karena kami juga ingin menjaga agar masyarakat yang saat ini misalnya menjalani pelayanan kesehatan, menjalani pengobatan secara rutin, jangan sampai karena adanya bencana mereka akhirnya tidak mendapatkan pelayanan sehingga kondisinya bisa memburuk,” lanjut Legislator PDIP dari Dapil Jakarta itu.

Lebih lanjut, Charles mengatakan, saat ini 15 rumah sakit yang tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh tak dapat beroperasi, sehingga banyak pengungsi yang tak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.

“Kalau saya tidak salah ingat, sudah lebih dari 15 rumah sakit yang tidak beroperasi di tiga provinsi yang terdampak banjir. Begitu juga jumlah yang terdampak ya, baik itu pengungsi, jumlah juga semakin banyak,” katanya.

Ia menuturkan, Komisi IX sudah meminta Kementerian Kesehatan untuk terus memonitor. "Bahkan sampai sekarang kami masih mendapatkan situation report setiap hari tentang kondisi kesehatan yang ada di tempat bencana, lokasi bencana ya,” kata Charles.