Dua Seksi Tol Prosiwangi Dibuka Fungsional saat Libur Nataru 2025/2026

JAKARTA - Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi (Prosiwangi) siap dibuka fungsional pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026). Kebijakan tersebut untuk mendukung kelancaran arus mudik, liburan dan distribusi logistik.

Dikutip dari unggahan di akun Instagram resmi @kementerianpu, Jumat, 5 Desember, Tol Prosiwangi memiliki total panjang hingga 175,44 kilometer (km) dari area Gending hingga Ketapang. Pengerjaan tol itu dilakukan dalam dua tahap, terdiri dari tahap pertama untuk Seksi 1-3 (Gending–Besuki) dan tahap kedua untuk Seksi 4-7 (Besuki–Ketapang).

"Jalur baru ini juga memperkuat konektivitas dari barat ke timur Pulau Jawa, mempercepat mobilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah," tulis akun Instagram tersebut.

Sementara itu, dua seksi Tol Prosiwangi yang dibuka fungsional tersebut sudah dilakukan uji laik fungsi dan operasi (ULFO) pada 22-24 Oktober 2025. Secara khusus, untuk Seksi 1 (Gending–Kraksaan) sepanjang 12,88 km dan Seksi 2 (Kraksaan–Paiton) sepanjang 11,20 km.

Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan, pembangunan Tol Trans Jawa tidak hanya sekadar infrastruktur, tetapi juga memiliki arti strategis dalam penguatan ekonomi nasional.

Selain itu, pembangunan jalan tol dapat menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR). Semakin lancar distribusi barang dan jasa, semakin tinggi efisiensi investasi, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih besar oleh masyarakat.

"Pembangunan Jalan Tol Probolinggo–Situbondo–Banyuwangi merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat konektivitas sekaligus mendorong pengembangan infrastruktur di wilayah timur Pulau Jawa," terang Dody.

Menurut dia, proyek tersebut sejalan dengan visi Astacita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pemerataan pembangunan.

"Agar manfaat infrastruktur dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh masyarakat Indonesia," imbuhnya.