DeepSeek Bikin Panik Silicon Valley: V3.2 dan V3.2-Speciale Klaim Lebih Jago dari GPT-5!

JAKARTA - DeepSeek kembali menggebrak industri kecerdasan buatan dengan cara yang terasa seperti sekuel kejutan: setahun setelah modelnya bikin pasar global gonjang-ganjing, perusahaan asal China itu merilis dua model baru — DeepSeek V3.2 dan V3.2-Speciale. Versi ini diklaim mampu menantang bahkan menyalip sistem AI paling bertenaga saat ini, termasuk GPT-5 milik OpenAI dan Gemini 3 Pro dari Google.

Strateginya masih sama: bukan mengejar ukuran model semata, tetapi efisiensi. Ketika lab-lab AS bertumpu pada kluster chip paling mutakhir dan supermahal, DeepSeek justru menegaskan bahwa pendekatan pelatihan yang lebih efisien bisa menghadirkan kecerdasan setara tanpa infrastruktur kelas sultan.

Perusahaan itu juga menekankan bahwa model versi standar sudah dibekali kemampuan reasoning untuk penggunaan alat secara native, sehingga pengguna tak perlu mengaktifkan mode reasoning khusus.

Sorotan terbesar jatuh pada V3.2-Speciale, model yang menurut DeepSeek telah melampaui GPT-5 dalam benchmark internal dan bertarung setara dengan Gemini 3 Pro dalam tugas-tugas berat berbasis penalaran.

Sebagai bukti, DeepSeek mempublikasikan hasil kinerja modelnya di International Mathematical Olympiad 2025 dan International Olympiad in Informatics, lengkap dengan final entries yang bisa diperiksa publik.

Lompatan kinerja itu dikaitkan dengan dua inovasi besar: mekanisme sparse attention yang dirancang untuk efisiensi konteks panjang, serta pipeline reinforcement learning yang diperluas dan dilatih menggunakan lebih dari 85.000 tugas kompleks multi-langkah. Semua tugas itu dihasilkan lewat sistem in-house milik mereka bernama agentic task synthesis.

DeepSeek V3.2 sudah tersedia untuk publik melalui situs, aplikasi mobile, dan API. Namun V3.2-Speciale baru dibuka lewat endpoint API sementara yang akan ditutup setelah 15 Desember 2025. Model ini saat ini berjalan sebagai mesin reasoning-only tanpa kemampuan tool calling.

Industri masih menunggu benchmark independen untuk mengonfirmasi klaim besar ini. Namun satu hal semakin jelas: AI yang dibuat pertama oleh Liang Wenfeng ini ingin membuktikan bahwa kualitas AI papan atas tidak harus datang dengan harga bernapas pendek. Pesan itu saja sudah cukup untuk bikin para pemain besar industri mulai meninjau ulang cara mereka bertarung di medan teknologi yang semakin kompetitif.