Mendag Budi: Harbolnas Jadi Momentum Perluas Akses Produk Lokal

JAKARTA - Pemerintah menilai gelaran Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) yang berlangsung pada 10 hingga 16 Desember 2025 menjadi momentum penting untuk memperluas akses pasar bagi produk lokal, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan Harbolnas bukan sekadar kampanye belanja tahunan, tetapi bagian dari penguatan ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Lebih lanjut, Budi pun mengapresiasi peran berbagai platform digital yang berupaya memberi panggung lebih besar bagi produk dalam negeri.

“Kami mengapresiasi upaya platform digital di Indonesia, salah satunya Tokopedia dan TikTok Shop, dalam memperkuat ekonomi digital Indonesia. Hal ini tercermin melalui pembukaan akses pasar yang lebih luas bagi produk dan pelaku usaha lokal, khususnya melalui kampanye Harbolnas,” katanya di Jakarta, Rabu, 3 Desember.

Menurut Budi, Harbolnas menjadi ruang strategis bagi UMKM untuk memperluas jangkauan konsumen, sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal.

Dia juga menekankan pentingnya ekosistem perdagangan digital yang inklusif dan kompetitif untuk memaksimalkan peluang itu.

“Inisiatif ini diharapkan tidak hanya membuka akses yang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia di dalam negeri, tetapi juga mampu memperkuat posisi produk Indonesia di kancah internasional melalui pemanfaatan ekosistem perdagangan digital yang inklusif dan kompetitif, sehingga lebih banyak produk UMKM yang menembus pasar global,“ kata Budi.

Di sisi lain, Budi mengungkapkan, bulan Januari sampai dengan Oktober ekspor Indonesia tercatat naik 6,96 persen. Sementara surplus perdagangan meningkat 40 persen.

“Jadi target kita memang 7,1 persen, jadi harapan kita nanti pada akhir tahun pertumbuhan 7,1 persen bisa terpenuhi,” ujar Budi.

Terkait dengan ekspor, Budi bilang, program UMKM Bisa Ekspor Kementerian Perdagangan sudah memfasilitasi 1.132 pelaku usaha untuk mendapatkan buyer atau pembeli melalui business matching.

“Sekarang Januari-Oktober itu total transaksinya sudah 134,34 juta dolar AS. Jadi sudah Rp2,3 triliun. Itu UMKM semua dan 70 persen belum pernah ekspor. Nah ini kita ingin yang ekspor itu selain perusahaan besar, menengah kecil semua harus bisa. Ini karena sekarang kita mengembangkan ekonomi kerakyatan,” katanya.

Transaksi E-commerce Tumbuh

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) kuartal III-2025, transaksi e-commerce di Indonesia tumbuh 6,19 persen secara kuartalan. Data itu menegaskan belanja online semakin menjadi bagian penting dalam aktivitas masyarakat.

Pada periode yang sama, ekspor barang dan jasa juga meningkat 9,91 persen (yoy), menandakan peluang besar bagi produk lokal untuk menjangkau pasar luar negeri melalui kanal digital.

Di tingkat kawasan, potensi ekonomi digital di enam negara terbesar Asia Tenggara, termasuk Indonesia, diperkirakan mencapai 600 miliar dolar AS pada 2030.

Melihat peluang ini, Tokopedia dan TikTok Shop berkomitmen mendukung pertumbuhan brand lokal melalui Promo Guncang 12.12, yang membantu pelaku usaha meningkatkan visibilitas dan penjualan secara digital.

Head of Public Policy & Government Relations Tokopedia and TikTok Shop E-commerce Indonesia Hilmi Adrianto mengatakan inisiatif Lokal Mendunia juga turut mendorong ekspor produk Indonesia melalui ekosistem regional TikTok Shop, membuka akses lebih luas ke pasar Asia Tenggara dan memperkuat kontribusi produk lokal terhadap perekonomian nasional.

“Melalui momentum 12.12 tahun ini, Tokopedia dan TikTok Shop tidak hanya menghadirkan nilai lebih bagi para pembeli, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi para pelaku usaha dan brand lokal untuk semakin naik kelas. Selain itu, dengan ekosistem yang kuat, kami terus mendorong pelaku usaha lokal Indonesia untuk menembus pasar global, membangun kebanggaan serta kepercayaan terhadap produk buatan Indonesia,” ujarnya.