Golkar soal Cak Imin Minta Bahlil Tobat Nasuhah Buntut Banjir Sumatera: Dia Bukan Presiden, Cuma Menko
JAKARTA - Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyayangkan pernyataan Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang meminta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk melakukan tobat nasuhah, buntut bencana banjir dan longsor di sebagian wilayah Sumatera.
Apalagi kapasitas Cak Imin ditegaskan Doli hanya sebagai menteri koordinator bukan presiden.
"Saya menyayangkan ya pernyataan itu di tengah kita semuanya sedang konsentrasi untuk membantu masyarakat yang menjadi korban bencana banjir di Sumatera itu. Cak Imin itu sebagai apa? Kan dia bukan presiden, dia kan cuma menko gitu," ujar Doli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Desember.
"Jadi yang berhak menegur, yang berhak memberikan peringatan, yang menyuruh tobat atau tidak itu ya kepada menteri, kepada menteri-menterinya itu adalah presiden. Jadi menurut saya Cak imin ini sudah melampaui kewenangannya," sambung anggota DPR dari Fraksi Golkar itu.
Wakil Ketua Baleg DPR itu pun mengingatkan seharusnya semua pihak, khususnya pemerintah lebih fokus bagaimana membantu korban menyelesaikan masalah yang dihadapi, bukan saling menyalahkan.
"Misalnya kalau mereka kekurangan logistik, kekurangan BBM, kekurangan air, kemudian tidak ada jaringan. Sebaiknya pemerintah fokus ke sana, bukan saling menyalahkan gitu ya. Dan menurut saya yang bisa mengevaluasi apa yang nyuruh tobat atau tidak itu ya presiden gitu loh," kata Doli.
"Nah persoalannya kalau mau dievaluasi, ya kita juga bisa mengevaluasi kinerja seluruh menteri termasuk Cak Imin. Sekarang kita mau tanya, dia buat apa dalam langkah bencana itu? Apa yang sudah dia buat?," imbuhnya.
Dalam situasi seperti saat ini, Legislator dari Dapil Sumatera Utara III itu menilai, sebaiknya semua pihak menjalin kebersamaan, membangun solidaritas, dan melakukan kerja konkret untuk membantu masyarakat terdampak bencana.
"Bukan mau cari siapa yang salah, siapa yang tidak bekerja gitu loh," tegas Doli.
"Nah nanti kalau sudah selesai, baru kita cari. Penyebab banjir ini kan perlu setelah kita tangani masyarakat ini, tentu kita perlu cari tahu penyebabnya kenapa banjir sebesar itu. Apakah ada masalah lingkungan dan sebagainya. Nah itu menjadi evaluasi juga kita bersama," lanjutnya.
Baca juga:
Doli pun mengingatkan Cak Imin dan menteri lainnya agar menjaga ucapan dan perbuatan di tengah kondisi saat ini. "Jangan membuat situasi tambah keruh lah. Jangan merasa yang paling benar, yang masa paling hebat gitu. Nah sekarang masyarakat menunggu apa yang bisa kita buat masing-masing dari kita," imbau Doli.
"Jadi nggak usah ngomentarin, apalagi sering menyalahkan sesama korps kabinet. Ini kan menunjukkan bahwa di kabinet ini tidak solid. Padahal Pak Prabowo mengatakan sering berkali-kali untuk kita harus menjaga kesehatan bersamaan dan kerja konkret buat rakyat. Jadi nggak usah banyak komentar lah," pungkasnya.