Ciri Infeksi Setelah Cabut Gigi: dari Demam hingga Sakit Perut
YOGYAKARTA – Infeksi setelah cabut gigi adalah kondisi ketika terjadi penyerangan oleh mikroorganisme, bisa virus, bakteri, atau patogen lainnya. Pada prosedur pencabutan gigi, infeksi bisa saja terjadi karena berbagai alasan misalnya alat yang tidak steril. Seseorang yang mengalami infeksi pasca pencabutan gigi akan mengalami beberapa tanda spesifik. Artikel ini akan membahas berbagai ciri infeksi setelah cabut gigi.
Ciri Infeksi Setelah Cabut Gigi
Dilansir dari AI Care, seseorang yang mengalami infeksi akan mengalami gangguan kesehatan. Infeksi sendiri bisa disebabkan karena virus, bakteri, jamur, atau parasit lainnya.
Dalam kasus infeksi yang terjadi setelah cabut gigi, organisme patogen tersebut akan masuk ke dalam darah melalui jarungan saraf atau jaringan lunak gigi. Saat infeksti itu terjadi, pasien akan mengalami beberapa ciri yakni sebagai berikut.
- Demam
Ciri pasien mengalami infeksi paling umum adalah mengalami demam dengan suhu tubuh mencapai 37 derajat C lebih. Saat itu terjadi imun sedang berjuang melawan mikroorganisme penyebab infeksi. Selain demam biasanya muncul gejala lain seperti keringat dingin hingga kelelahan.
- Gusi nyeri
Infeksi juga bisa memicu rasa nyeri di gusi. Biasanya rasa nyeri ini akan berlangsung selama 1 hingga 3 hari. Dalam beberapa kasus efek ini bisa terjadi lebih lama. Jika hal ini terjadi terus menerus, pasien tidak boleh memandang remeh dan harus segera periksa ke dokter.
- Bengkak di gusi
Bengkak adalah peradangan yang terjadi karena tubuh merespon infeksi. Bengkak juga termasuk dalam pertahanan tubuh demi melindungi kerusakan terjadi lebih parah. Saat gusi mengalami bengkak kemungkinan besar terjadi infeksi di bekas pencabutan gigi. Anda perlu waspada saat gusi belakang bengkak dan sakit menelan.
- Bau mulut
Bau mulut bisa disebabkan oleh kuman atau bakteri yang ada di dalam mulut. Di sisi lain saat infeksi terjadi pasti ada kuman atau bakteri. Keduanya akan memicu bau tidak sedap dari mulut. Saat bau mulut karena infeksi terjadi, gosok gigi atau kumur saja tidak akan berdampak banyak. Anda harus berobat ke dokter gigi.
- Pendarahan
Pada dasarya pendarahan yang terjadi setelah cabut gigi umum terjadi. Namun pendarahan hanya berlangsung paling lama 24 jam. Jika pendarahan terjadi lebih dari 24 jam, Anda perlu memeriksakan diri ke dokter.
- Muncul nanah
Nanah terbentuk sebagai respons tubuh terhadap infeksi bakteri. Saat terjadi infeksi di area luka bekas cabut gigi, tubuh akan mengirimkan sel-sel darah putih untuk melawan infeksi tersebut. Dari mekanisme itulah nanah dapat terbentuk.
Baca juga:
- Gangguan pencernaan
Saat infeksi setelah cabut gigi tidak ditangani dengan baik, kondisi itu akan menyebar dan berdampak pada sistem tubuh lainnya. Salah satu dampak yang akan terasa adalah gangguan pencernaan sebagai salah satu gejala sistemik.
Itulah beberapa ciri infeksi setelah cabut gigi. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.