Angka Kasus HIV di Kota Malang Naik, 300 Temuan Baru Sepanjang Tahun
MALANG - Dinas Kesehatan Kota Malang, Jawa Timur, melaporkan lonjakan temuan kasus HIV/AIDS sepanjang 2025. Sebanyak sekitar 300 kasus baru ditemukan, mayoritas berasal dari kelompok usia produktif.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, Husnul Muarif, menjelaskan angka tersebut merupakan bagian dari sekitar 6.000 orang yang telah menjalani pengobatan HIV sejak layanan pertama dibuka di berbagai fasilitas kesehatan.
“Temuan kasus baru 2025 itu sekitar 300 kasus. Kalau keseluruhan yang pernah tertangani, mulai dari rumah sakit, puskesmas, hingga layanan kesehatan lainnya, hampir 6.000 orang,” ujar Husnul, Kamis 27 November.
Menurut Husnul, perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pola penularan saat ini. Kelompok laki-laki yang berhubungan seksual dengan laki-laki (LSL) tercatat sebagai penyumbang kasus terbanyak. Sementara itu, penularan dari ibu ke anak relatif kecil.
Dari total penyintas HIV yang tercatat, sekitar 70 persen berasal dari luar daerah, termasuk mahasiswa yang datang ke Malang untuk menempuh pendidikan. Sisanya, 30% merupakan warga asli Kota Malang. “Pasien yang datang ini beragam, banyak juga dari kalangan mahasiswa dengan latar belakang pendidikan berbeda-beda,” tambahnya.
Untuk menekan angka penularan, Pemerintah Kota Malang memperluas layanan voluntary counseling and testing (VCT) di seluruh puskesmas dan rumah sakit. Layanan ini memberikan konseling sebelum pemeriksaan HIV dilakukan.
Baca juga:
Dinas Kesehatan juga mengoperasikan Mobile VCT yang bergerak ke berbagai lokasi agar layanan lebih merata dan mudah dijangkau.
“Dengan adanya layanan ini, kami berharap penyintas dapat terlayani dengan baik. Pengobatan HIV ini berlangsung seumur hidup, penting bagi penyintas untuk menjaga diri agar tidak menularkan kepada orang lain,” pungkas Husnul.