Rapat dengan Korlantas Polri, Legislator PDIP Dukung Larangan Penggunaan Tot-Tot Wuk-Wuk Dilanjutkan
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP, Safaruddin mendukung agar Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri melanjutkan penerapan larangan sirine di lalu lintas. Terlebih, kebijakan tersebut mendapat apresiasi tinggi dari publik.
Dukungan itu disampaikan Safaruddin dalam rapat kerja Komisi III DPR RI dengan Kepala Korlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho beserta Dirlantas se Indonesia yang membahas soal persiapan Korlantas dalam pengamanan selama libur natal dan tahun baru 2026 (Nataru).
"Tentang masalah sirine itu jadi dikaji terus aja lah Pak Kakorlantas, sampai Bapak ganti gitu loh, dikaji terus dan ini positif sekali di media sosial memberikan apresiasi kepada lalu lintas yang membekukan itu," ujar Safaruddin di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis, 27 November 2025.
Publik sebelumnya geram dengan penggunaan sirene, rotator, dan strobo ilegal di jalan sampai muncul gerakan 'Stop Tot-Tot Wuk-Wuk', mengacu pada bunyi sirene mobil. Belakangan, gerakan ini juga menyasar mobil lalu lintas polisi, atau Patwal yang kerap Tot-Tot Wuk-Wuk saat di jalan meskipun kondisi tengah macet.
Legislator PDIP dari Dapil Kalimantan Timur itu pun menilai, kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Korlantas sejauh ini sangat membantu menaikkan citra polisi.
"Dengan kondisi begitu banyak kreativitas Kakorlantas dengan inovasi-inovasinya memang Paling cepat itu lalu lintas Bapak mengangkat citra Polri," kata Safaruddin.
Dalam rapat tersebut, Safaruddin juga menyampaikan dukungannya agar Kakorlantas Polri dijabat oleh Komisaris Jenderal (Komjen). Ia menilai jabatan Komjen sesuai dengan tupoksi seorang Kakorlantas.
"Dengan kondisi tupoksinya Kakorlantas, saya juga dari PDI Perjuangan mendukung untuk bintang tiga," katanya.
Safaruddin yang juga Purnawirawan Irjen Polri menyampaikan apresiasi tinggi terhadap Korlantas di bawah kepemimpinan Irjen Agus Suryonugroho. Menurutnya, kerja Irjen Agus Suryonugroho yang rela turun ke lapangan untuk mengatur langsung lalu lintas di Tanah Air patut dihargai.
Baca juga:
"Saya juga bangga lah kalau murid kita itu lebih hebat daripada gurunya ya, bintang 3. Cukup lah Astamarena saja ngurusin anggaran, ya kan cuma di meja aja. Bintang 3 loh, kakorlantas tiap hari di jalan mengendalikan semua," katanya.
"Kalau lalu lintas tidak ada yang bekerja satu hari berantakan negara ini ya kan. Itu hebatnya. Harus sudah. Cuma jangan sampai bintang 4 enggak boleh," pungkasnya.