Simon Cowell Ungkap Pertemuan Terakhir dan Kenangan Mendalam tentang Liam Payne

JAKARTA - Produser musik dan pencari bakat asal Inggris, Simon Cowell, akhirnya buka suara mengenai kepergian tragis mantan anggota One Direction, Liam Payne, termasuk tentang pertemuan terakhir mereka.

Payne, yang beralih menjadi artis solo setelah sukses besar bersama One Direction, meninggal dunia pada Oktober tahun lalu akibat jatuh dari balkon lantai tiga di salah satu hotel di Buenos Aires, Argentina.

Kantor kejaksaan Argentina merilis hasil investigasi yang menyatakan bahwa penyebab kematian pria berusia 31 tahun itu adalah trauma multipel serta pendarahan internal dan eksternal.

Cowell yang punya kedekatan personal dengan Payne, menceritakan bagaimana kabar kematian tersebut sangat memukulnya. Ia pun mengenang kembali momen terakhir kebersamaan mereka.

"Ketika saya mendengar kabar itu, itu benar-benar menghantam saya. Saya bertemu dengannya setahun sebelum ini terjadi. Dia datang ke rumah saya. Kami berbicara tentang putranya dan menjadi seorang ayah," kenang Cowell, dalam wawancara terbaru dengan Rolling Stone.

Ia juga mengingat nasihat yang pernah diberikannya, "Saya ingat mengatakan, ‘Musik bukanlah segalanya. Jangan biarkan itu menguasai hidupmu lagi. Temukan hal lain yang kamu sukai.’ Anda menanyakan pertanyaan itu pada diri sendiri: ‘Bisakah saya melakukan sesuatu yang lebih?’"

Cowell kemudian merenungkan bagaimana nasib Payne seandainya ia tidak pernah bergabung dengan One Direction. Ia juga berbagi tentang percakapan yang baru-baru ini ia lakukan dengan orang tua Payne.

"‘Apa yang akan terjadi pada Liam jika dia tidak berada di band?’ Setelah berbicara dengan ibu dan ayahnya baru-baru ini, yang terus mereka katakan kepada saya adalah bahwa dia sangat bangga dengan apa yang telah dia capai," ujarnya.

"Saya berharap saya bisa memutar kembali waktu, tentu saja. Ketika saya berbicara dengannya hari itu, saya merasa sangat baik tentang dia. Saya berpikir, ‘Wow, kamu tampaknya berada di tempat yang sangat baik.’"

Adapun saat kabar duka kematian Payne tersiar, Cowell sempat membagikan penghormatan yang emosional di media sosial.

"Anda tidak pernah benar-benar tahu bagaimana perasaan Anda tentang seseorang sampai momen seperti ini terjadi," tulisnya. "Liam, saya hancur. Patah hati. Dan saya merasa kosong. Dan saya ingin Anda tahu betapa besar cinta dan rasa hormat yang saya miliki untuk Anda. Setiap air mata yang saya tumpahkan adalah kenangan tentang Anda."

Cowell melanjutkan dengan menambahkan gambaran pribadi tentang sosok Payne, "Saya ingin memberi tahu Anda apa yang akan selalu saya katakan kepada ribuan orang yang selalu bertanya kepada saya. Seperti apa Liam itu? Dan saya akan memberi tahu mereka bahwa Anda baik, lucu, manis, penuh perhatian, berbakat, rendah hati, fokus. Dan betapa Anda mencintai musik. Dan betapa besar cinta yang tulus Anda miliki untuk para penggemar."

Sebagai informasi, Cowell adalah sosok sentral dalam karier Payne. Ia mengontrak One Direction ke labelnya, Syco, setelah grup tersebut menempati posisi ketiga pada The X Factor 2010, di mana Cowell sendiri menjabat sebagai juri utama.

Grup tersebut kemudian mencetak lima album studio dan sukses menjual lebih dari 70 juta rekaman secara global.