Jusuf Kalla Tegaskan Obral Surga Muara Konflik Agama dalam Sejarah Hari Ini, 21 November 2014
JAKARTA – Sejarah hari ini, 11 tahun yang lalu, 21 November 2014, Wakil Presiden (Wapres), Jusuf Kalla (JK) menegaskan obral surga muara konflik agama. Ia menganggap fenomena itu membuat seseorang bergerak membunuh maupun dibunuh demi ganjaran surga.
Sebelumnya, dunia dihebohkan dengan kemunculan kelompok jihadis, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Kelompok itu dikenal bengis dan brutal. Mereka halalkan segala cara demi mencapai tujuan. Kadang kala dengan membunuh.
Sistem demokrasi banyak menghadirkan kekecewaan. Apalagi, di Timur Tengah. Banyak yang menganggap sistem demokrasi hanya menghasilkan figur yang tak kompeten duduk di pemerintahan. Kondisi itu membawa satu pikiran: Demokrasi harus diubah.
Kepemimpinan ala khilafah coba didengungkan. Banyak yang menginginkan suatu negara jadi negara Islam saja. Narasi itu coba dibawa oleh Abu Bakar al-Baghdadi. Ia kemudian mencoba mengadirkan ISIS pada 2014.
Ia dan pengikutnya coba melancarkan serangan kepada mereka petinggi politik yang dekat dengan Amerika Serikat di Irak. Perlahan-lahan mereka mencoba menguasai wilayah sebagian wilayah Irak kemudian Suriah. Namun, penguasaan yang dilakukan penuh dengan darah.
Baca juga:
Kelompok ISIS terkenal bengis. Mereka tak segan-segan membunuh dengan cara merajam dan membakar hidup-hidup lawannya. Semuanya demi mencapai tujuan menegakkan panji negara Islam. Eksistensi ISIS pun bergaung di mana-mana karena pemberitaan yang masif.
Alih-alih banyak yang mengutuk ISIS, nyatanya banyak pula yang tertarik bergabung dengan ISIS. Ambil contoh di Indonesia. Mereka yang ingin terbang ke Suriah jadi bagian dari ISIS tak sedikit. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran. Sebab, kala mereka pergi terus kembali ke negaranya dengan pemahaman radikal.
“Sejak didirikan oleh Al Baghdadi pada 2014 di Suriah dan Irak, paham ISIS menyebar ke banyak belahan negara, termasuk Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyatakan awalnya paham ini masuk melalui jaringan internet berupa berita, artikel, hingga video.”
“Salah satu orang yang paling getol menyebarkan paham ISIS di Indonesia ialah Aman Abdurrahman alias Oman Rochman. Pada awal Januari 2014, Aman berbaiat kepada ISIS dan memerintahkan pengiriman pengikutnya ke sana,” tulis Nuria Reny Hariyati dan Hespi Septiana dalam buku Radikalisme dalam Perspektif Analisis Wacana Kritis (2019).
Konflik ISIS sampai ke telingga JK pada 21 November 2014. Wapres itu menganggap kemunculan ISIS dan kelompok agama radikal lainnya karena pemimpin agama yang suka obral surga. Mereka macam Abu Bakar al-Bagdadi menjual murah surga dengan ajaran membunuh.
Barang siapa yang membunuh akan diganjar surga. Hasilnya pengikut ISIS bejibun. Mereka tak lagi memikirkan persoalan duniawi. Mereka hanya berpikir mendapatkan surga lalu melakukan bom bunuh diri.
JK menganggap pemahaman itu harus diluruskan. Ia menganggap pemerintah harus bisa memangkas ketidakadilan supaya kelompok radikal tak bermunculan. Sebab, biasanya kala ketidakadilan terjadi, perlawanan muncul.
"Ada di antara pemimpin agama yang menjual murah surga, banyak ajarkan dengan membunuh dan dibunuh, dibakar dan membakar itu masuk surga, karena itu banyak hal terjadi sebenarnya kurang dipahami oleh kita."
"Orang melakukan bom bunuh diri, dia tidak cari uang tapi (masuk) surga dengan gampang, orang saling bunuh tentu tak cari uang, kedudukan, tapi membunuh supaya masuk surga dengan cepat, artinya mari siarkan dan sebenarnya masuk surga tak segampang itu bunuh orang dengan mudah. ISIS Itu disebabkan karena obral surga, itu selalu saya katakan pengalaman kita di Poso, Ambon, Aceh,” ujar JK dalam Forum Perdamaian Dunia Ke-5 di Jakarta sebagaimana dikutip laman ANTARA, 21 November 2014.