Suzuki Ekspor 30 Ribu Fronx dan 150 Ribu Satria hingga 2027

JAKARTA - PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) resmi memulai pengapalan ekspor untuk dua model andalannya, Suzuki Fronx dan Suzuki Satria ke berbagai negara di Asia Tenggara. Ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat peran fasilitas produksinya sebagai basis ekspor.

Presiden Direktur PT SIM Minoru Amano, mengatakan pihaknya menargetkan ekspor 30 ribu unit Fronx dan 150 ribu unit Satria hingga 2027. Kedua model tersebut disiapkan sebagai produk ekspor reguler untuk memperkuat suplai ke negara tujuan.

“Ekspor perdana Fronx dan Satria adalah bentuk nyata dari kesiapan Indonesia untuk bersaing pada pasar internasional. Kami memproduksi kendaraan berstandar global serta mampu menyesuaikan dengan regulasi negara tujuan,” ujar Minoru Amano di Cikarang, Selasa, 18 November.

Minoru menjelaskan bahwa sejak memulai ekspor mobil pada 1993, Suzuki telah mengirim sekitar 800 ribu unit ke berbagai negara. Untuk sepeda motor, ekspor sudah berjalan sejak 1994, dengan total pengiriman mencapai sekitar 1,5 juta unit.

“Setiap unit yang kami kirimkan ke pasar mancanegara adalah representasi kompetensi industri serta kepercayaan terhadap kualitas tenaga kerja Indonesia,” tambahnya.

Suzuki Fronx diperkirakan menyumbang sekitar 30 persen dari total ekspor mobil Suzuki hingga 2027. Sementara Satria ditargetkan menyumbang sekitar 60 persen dari total ekspor motor pada periode yang sama.

“Ekspor ini tidak hanya memperluas jejak bisnis global Suzuki, tetapi juga memberikan multiplikasi manfaat ekonomi bagi ekosistem pemasok lokal, sumber daya manusia, hingga perekonomian nasional. Kami akan terus memperkuat sekaligus mengamankan posisi sentral Indonesia di panggung otomotif dunia,” papar Minoru.