Lagu Buatan AI Tembus Puncak Tangga Lagu AS, Sinyal Bahaya Era Musik Baru?
JAKARTA - Sebuah lagu yang seluruhnya dihasilkan oleh kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) secara mengejutkan berhasil merebut posisi puncak tangga lagu single Billboard AS.
Fenomena ini menjadi penanda bahwa perdebatan tentang peran AI sudah bukan lagi sekadar wacana, melainkan kenyataan yang kini memegang kendali di tangga popularitas.
Adapun, lagu yang dimaksud adalah “Walk My Walk”, yang dirilis oleh artis AI bernama Breaking Rust. Lagu ini bertengger di posisi teratas dalam tangga penjualan Country Digital Songs Billboard.
Capaian ini terhitung instan, diraih setelah lagu tersebut meraup lebih dari tiga juta stream di Spotify hanya dalam waktu kurang dari satu bulan.
Tidak hanya itu, “Walk My Walk” juga mendominasi tangga lagu Viral 50 Spotify di AS—menunjukkan daya tarik yang meluas di kalangan pendengar digital.
Lagu Breaking Rust lain, “Livin' on Borrowed Time”, juga berhasil menembus posisi kelima pada tangga lagu serupa, dengan jumlah empat juta stream di platform tersebut.
Baca juga:
Namun begitu, identitas pencipta di balik Breaking Rust hingga kini masih menjadi misteri, meskipun halaman resmi TikTok telah mengumpulkan hampir 200.000 pengikut, dengan lagu “Walk My Walk” telah digunakan di lebih dari 150.000 video di platform tersebut.
Adapun, kabar mengenai artis hasil kreasi AI yang mampu menghasilkan angka streaming fantastis kini semakin sering terdengar—menandai pergeseran cepat dalam lanskap musik global.
Sebelumnya, band yang dihasilkan AI dengan nama The Velvet Sundown, ramai dibicarakan setelah mengumpulkan sekitar 400.000 pendengar bulanan di Spotify—meskipun mereka baru eksis kurang dari satu bulan.
Sementara itu, artis yang dihasilkan AI lainnya, Xania Monet, juga menjadi sorotan setelah menandatangani kontrak rekaman bernilai jutaan dolar dan menjadi artis AI pertama yang masuk ke peringkat Billboard AS.
Kekhawatiran Industri Musik terhadap AI
Kemunculan artis dan lagu berbasis AI bukan tanpa perlawanan. Reaksi keras datang dari penyanyi R&B ternama, Kehlani, yang sebelumnya menyerang kesuksesan Monet. Ia mengatakan kepada penggemar di TikTok bahwa proliferasi AI dalam musik "benar-benar di luar kendali kita."
Kehlani juga menyoroti kekuatan AI untuk menciptakan lagu yang sepenuhnya terbentuk tanpa pengguna harus mengkreditkan siapapun yang terlibat dalam pembuatan karya berhak cipta yang menjadi dasar pelatihan sistem musik generatif tersebut.
"Tidak ada dan tidak seorang pun di bumi yang akan pernah bisa membenarkan AI bagi saya," kata Kehlani.
Kekhawatiran serupa juga diungkapkan oleh grup rock Cardiff, Holding Absence, yang pada September lalu mengkritik keras band AI yang telah menyalip angka streaming mereka di Spotify.
Sementara di sisi audiens, kesulitan membedakan antara musik "nyata" dan musik AI menjadi isu. Sebuah laporan baru dari layanan streaming Deezer menemukan bahwa 97 persen orang tidak dapat membedakan antara keduanya.
Statistik baru ini muncul selama periode kontroversi berkelanjutan untuk teknologi AI di industri musik, di mana sebuah studi baru-baru ini memperingatkan bahwa mereka yang bekerja di industri musik kemungkinan akan kehilangan seperempat pendapatan mereka karena AI, selama empat tahun ke depan.