Israel Konfirmasi Pemulangan Jenazah Letnan Hadar Goldin oleh Hamas Setelah 11 Tahun
JAKARTA - Otoritas Israel pada Hari Minggu mengonfirmasi pemulangan jenazah salah satu perwira militernya oleh Hamas setelah 11 tahun, menjadikan jumlah jenazah sandera yang masih berada di Jalur Gaza berjumlah empat jenazah dari jumlah keseluruhan yang harus dipulangkan 28 jenazah.
Kelompok militan Hamas menyerahkan jenazah yang disebut sebagai milik Letnan Hadar Goldin yang terbunuh dalam perang di Gaza tahun 2014 silam. Jenazahnya diserahkan oleh Hamas kepada Palang Merah di Gaza selatan untuk selanjutnya diserahkan ke Israel Defense Forces (IDF).
IDF kemudian membawa jenazah tersebut ke institut forensik Abu Kabir di Tel Aviv guna menjalani identifikasi.
Setelah mengonfirmasi, perwakilan militer telah memberi tahu keluarga Letnan Hadar Goldin, jenazahnya telah dikembalikan ke Israel oleh Hamas.
"Pemerintah Israel turut berduka cita yang mendalam atas keluarga Goldin dan seluruh keluarga sandera yang gugur," bunyi pernyataan Kantor Perdana Menteri dikutip dari The Times of Israel 10 November.
Letnan Goldin tewas bersama dua rekannya dari unit pengintai Brigade Givati yang dicegat oleh Hamas dalam perang pada 1 Agustus 2014 lalu. Jenazahnya kemudian berada bersama Hamas selama kurang lebih 4.118 hari sebelum dipulangkan kemarin.
Baca juga:
- China Resmi Operasionalkan Kapal Induk Fujian: Angkut Jet Tempur hingga Pesawat Peringatan Dini
- Indonesia Terpilih Sebagai Anggota UN Board of Auditors, Wamenlu RI: Perkuat Tata Kelola Global
- Rusia Gagalkan Rencana Serangan Teroris di Moskow, Seorang Agen Ukraina Ditangkap
- Bandara Mosul Irak Kembali Dibuka untuk Penerbangan
Sementara itu, orang tua Goldin, Leah dan Simcha bersyukur atas pengembalian jenazah putranya setelah 11 tahun berada di Gaza.
Dalam kritik tersirat terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan para pemimpin politik, Simcha Goldin memuji "IDF, dan bukan siapa pun," karena telah membawa jenazah putranya, seorang prajurit tempur Givati yang gugur di Gaza pada tahun 2014, kembali ke Israel untuk dimakamkan.