Zakk Wylde Ungkap Rencana Ozzy Osbourne Garap Album Baru Sebelum Meninggal Dunia
JAKARTA - Zakk Wylde mengungkap rencana vokalis Black Sabbath, Ozzy Osbourne yang tidak kesampaian karena penyanyi berjuluk Pangeran Kegelapan itu harus meninggalkan dunia lebih dulu.
Wylde, yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari band solo Ozzy selama hampir empat dekade, menuturkan bahwa komunikasi terakhir dengan pionir heavy metal itu mengarah pada rencana besar penggarapan karya baru.
Gitaris 58 itu mengatakan, Ozzy menginginkan album yang memiliki nuansa awal tahun 1990-an, kembali ke masa kejayaan kolaborasi mereka.
"Ia mengirim pesan singkat padaku, 'Zakk, ayo kita buat rekaman lagi. Karena aku sangat menyukainya saat kamu melalui fase Allman Brothers, (Lynyrd) Skynyrd ketika kita menggarap 'No More Tears'. Musiknya berat tapi lebih melodis. Bukan yang terlalu memukul.'" ungkap Wylde, membeberkan detail pesan Osbourne, dikutip Blabbermouth, Minggu, 9 November.
Keinginan Ozzy ini merujuk pada album No More Tears (1991), yang memang menampilkan perpaduan heavy metal dengan sentuhan melodi dan Southern rock yang khas—sebuah formula yang jelas ingin ia ulangi.
Saat itu, Wylde tanpa berpikir panjang langsung mengiakan ajakan Osbourne. "Jadi, aku bilang, 'Baik, Oz. Apapun yang kamu mau.'" katanya.
Sayangnya, rencana album yang akan membangkitkan kembali kejayaan era No More Tears itu hanya tinggal kenangan.
Ozzy Osbourne meninggal dunia pada 22 Juli 2025, setelah berjuang melawan penyakit arteri koroner dan parkinson, dengan serangan jantung sebagai penyebab utama kepergiannya.
Baca juga:
Wylde sendiri selalu mengenang kebaikan dan dukungan penggemar sejak hari-hari pertamanya.
Dia menganggap dirinya disambut hangat di keluarga heavy metal karena menghormati dan memainkan karya Randy Rhoads (gitaris pertama Ozzy) dengan akurat.
"Ini adalah rumah yang dibangun oleh Rhoads," pungkasnya, mengakui peran Rhoads dalam membuka jalan bagi kariernya.