Seberapa Sering Harus Minum Obat Cacing? Ini Penjelasannya
YOGYAKARTA - Cacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami, baik oleh anak-anak maupun orang dewasa. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi parasit cacing yang hidup di dalam saluran pencernaan. Meskipun sering dianggap sepele, cacingan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti kurang gizi, lemas, hingga gangguan konsentrasi. Oleh karena itu, penting untuk memahami seberapa sering harus minum obat cacing agar tubuh tetap terlindungi.
Apa Itu Infeksi Cacing?
Dilansir dari Healthy, infeksi cacing merupakan kondisi medis yang terjadi ketika parasit cacing masuk dan berkembang biak di dalam tubuh manusia. Cacing dapat masuk melalui berbagai cara, seperti mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi, kontak dengan tanah yang mengandung telur cacing, atau melalui gigitan serangga.
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, infeksi cacing merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang masih sering terjadi di Indonesia. Kondisi sanitasi yang buruk dan kurangnya kesadaran akan kebersihan diri menjadi faktor utama penyebaran infeksi cacing.
Gejala Infeksi Cacing pada Dewasa
Gejala infeksi cacing pada orang dewasa dapat bervariasi, tergantung pada jenis cacing yang menginfeksi dan tingkat keparahan infeksi. Beberapa gejala umum antara lain sebagai berikut:
- Nyeri perut
- Diare
- Mual dan muntah
- Kelelahan
- Kehilangan nafsu makan
- Penurunan berat badan
- Gatal di sekitar anus (terutama pada malam hari)
- Adanya cacing di tinja
Adapun pada beberapa kasus, infeksi cacing dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius, seperti anemia, kekurangan gizi, atau penyumbatan usus.
Mengapa Perlu Minum Obat Cacing Secara Berkala?
Parasit cacing dapat berkembang biak dengan cepat di dalam usus dan mengganggu penyerapan nutrisi. Obat cacing berfungsi untuk membunuh atau melumpuhkan cacing dewasa sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh melalui feses. Meskipun seseorang terlihat sehat, infeksi cacing bisa saja terjadi tanpa gejala yang jelas. Itulah sebabnya pengobatan pencegahan tetap penting dilakukan secara berkala, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah dengan kebersihan lingkungan yang kurang baik.
Frekuensi Minum Obat Cacing
Anak-anak
Menurut anjuran Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan World Health Organozation (WHO), anak-anak berusia 1–12 tahun sebaiknya minum obat cacing dengan dosis setiap 6 bulan sekali (dua kali dalam setahun). Alasannya adalah karena anak-anak lebih sering bermain di tanah dan cenderung belum memahami pentingnya menjaga kebersihan tangan dan kuku.
Baca juga:
- Sama-Sama Memengaruhi Ketajaman Penglihatan, Ini 8 Perbedaan Mata Minus dan Plus
- Pakai Rompi Keren, Menteri Perdagangan Budi Santoso Beri Kejutan di Panggung JMFW 2026
- Per Kemarin, Film Sosok Ketiga Lintrik Tayang Serentak di 349 Bioskop di Indonesia
- Resep Tepung Bumbu Serbaguna Homamade, Bisa untuk Berbagai Makanan Gorengan!
Dewasa
Orang dewasa juga tetap dianjurkan untuk minum obat cacing, terutama jika:
- Sering beraktivitas di luar ruangan atau kontak dengan tanah.
- Memelihara hewan peliharaan.
- Tinggal di lingkungan yang padat atau kurang bersih.
Untuk orang dewasa, minum obat cacing cukup setiap 6–12 bulan sekali, tergantung tingkat risiko paparan.
Wanita Hamil
Wanita hamil boleh minum obat cacing setelah usia kehamilan 4 bulan, tetapi sebaiknya tetap konsultasikan dahulu dengan dokter. Obat yang umum digunakan seperti Mebendazol atau Albendazol tergolong aman jika digunakan sesuai dosis.
Jenis Obat Cacing yang Umum Digunakan
Beberapa obat cacing yang umum dan efektif antara lain:
Albendazol (misalnya Combantrin, Zentel)
Obat ini bekerja dengan cara menghambat kemampuan cacing untuk menyerap nutrisi, sehingga cacing akan mati. Dosis umum untuk dewasa adalah 400 mg, diminum sekali sehari selama 1-3 hari, tergantung pada jenis cacing yang menginfeksi.
Mebendazol
Mirip dengan Albendazole, Mebendazole juga menghambat penyerapan nutrisi oleh cacing. Dosis umum untuk dewasa adalah 100 mg, diminum dua kali sehari selama 3 hari.
Ivermectin
Obat ini digunakan untuk mengobati infeksi cacing yang lebih parah atau infeksi cacing yang tidak responsif terhadap obat lain. Dosis Ivermectin akan ditentukan oleh dokter berdasarkan berat badan dan jenis cacing yang menginfeksi.
Tips Pencegahan Cacingan
Selain rutin minum obat cacing, lakukan langkah-langkah berikut untuk mencegah infeksi ulang:
- Cuci tangan dengan sabun sebelum makan dan setelah dari toilet.
- Gunakan alas kaki saat keluar rumah.
- Potong kuku secara rutin dan jaga kebersihannya.
- Cuci bersih sayur dan buah sebelum dikonsumsi.
- Pastikan daging atau ikan dimasak hingga matang sempurna.
Dengan selalu menjaga kebersihan tubuh serta ruangan serta disiplin minum obat cacing secara berkala, tubuh akan terhindar dari infeksi parasit yang bisa mengganggu kesehatan jangka panjang.
Demikian ulasan tentang seberapa sering harus minum obat cacing. Semoga bermanfaat. Kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.