Mengenal Anak CIBI, Ciri, dan Model Pembelajarannya
YOGYAKARTA – Pernahkah Anda mendengar anak CIBI? Istilah tersebut merujuk pada kondisi kecerdasan dan bakat yang dimiliki oleh seorang anak. Orang tua perlu mengenak anak CIBI sebagai kondisi spesial yang perlu mendapatkan penanganan tepat. Artikel ini akan membahas anak CIBI termasuk pengertian, ciri, dan gaya parentingnya.
Mengenal Anak CIBI
Dalam pendidikan modern, CIBI adalah kependekan dari Cerdas Istimewa dan Bakat Istimewa. Anak CIBI juga dikenal sebagai “gifted” atau “talented”. Anak CIBI juga adalah anak berkebutuhan khusus yang punya kemampuan serta kecerdasan di atas anak normal lainnya, dimikian dijelaskan dalam penelitian yang terbit di PPSDP Undergraduate Journal of Educational Sciences.
Disebut sebagai anak istimewa karena kecerdasan IQ yang dimilikinya bisa lebih dari angka 130. Potensi yang dimiliki bisa di atas rata-rata baik di bidang kemampuan umum, akademik, kreativitas, olahraga, dan masih banyak lagi.
Meski potensi anak CIBI sangat besar, optimalisasi bakatnya akan dipengaruhi oleh metode pengajaran dan pendidikan didapatkan. Anak berbakat sering menghadapi hambatan dalam sistem pendidikan konvensional. Hasilnya, potensi yang dimiliki oleh anak CIBI tidak mampu berkembang dengan baik. Untuk menghindari hal tersebut pengamatan terhadap anak CIBI perlu dilakukan.
Ciri-ciri Anak CIBI
Dalam penelitian berjudul Strategi Pembelajaran untuk Anak Berkebutuhan Khusus Kategori Cerdas dan Bakat Istimewa (CIBI) dijelaskan bahwa ciri anak istimewa tersebut secara umum adalah punya potensi intelektual di atas rata-rata. Selain itu anak juga punya kreativitas tinggi serta kemampuan belajar yang lebih cepat dibandingkan anak seusianya.
Pada dasarnya tiap anak mampu menunjukan ciri yang berbeda-beda. Berikut ini ciri-ciri anak cerdas istimewa secara umum yang bisa teramati.
- Memiliki kemampuan analisis dan berpikir yang jauh melebihi anak seusianya
- Sangat sensitif dan perfeksionis
- Mampu mengontrol emosi
- Memiliki daya ingat jangka panjang yang kuat, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kemampuan verbal yang fasih
- Kreativitas yang tinggi, mampu berpikir kreatif
- Sering menunjukkan cara berpikir yang tidak biasa
- Cenderung memiliki motivasi internal kuat, ulet, tidak mudah putus asa
- Peka terhadap perasaan sendiri dan orang lain
- Sangat responsif terhadap perubahan lingkungan kecil.
Baca juga:
- Pihak Tasya Farasya Akui Sudah Kantongi Bukti Dugaan Penggelapan Uang Ahmad Assegaf
- Bungkam Soal Dugaan Penggelapan Dana Ahmad Assegaf, Alawiyah Alatas Kuatkan Tasya Farasya dengan Iman
- Dukungan Rachel Vennya untuk Erika Carlina Usai Diduga Jadi Korban Selingkuh DJ Bravy
- Permohonan Cerainya Dikabulkan, Andre Taulany Ucap Syukur
Model Pembelajaran untuk Anak CIBI
Setidaknya ada tiga model pembelajaran yang bisa diberikan untuk anak kategori CIBI. Penerapan model harus dilakukan sesuai perhitungan. Ketiga model tersebut adalah sebagai berikut.
- Model Scaffolding
Model ini menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kreatif. Dalam metode ini, belajar bukan kegiatan transfer ilmu, namun membantu anak menyusun pengetahuannya sendiri.
- Model Berbasis Individualized Educational Programs
Model pembelajaran ini lebih fleksibel karena menyesuaikan dengan gaya belajar, minat, dan kemampuat siswa dalam memangkap pembejalaran. Selain itu guru juga akan melakukan evaluasi secara berkala. Keterlibatan orang tua, psikolog juga sangat penting dalam model ini.
- Model Akselerasi
Model ini dilakukan dengan mempercepat proses belajar anak berbakat dengan memberi materi yang lebih sulit dan lebih maju daripada anak seusianya.
Selain mengenal anak CIBI, kunjungi VOI.id untuk mendapatkan informasi menarik lainnya.