Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Telan Biaya Jumbo, Menteri Dody: Enggak Juga Sih

BANDUNG – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan pembangunan infrastruktur berkelanjutan tidak harus membutuhkan biaya mahal.

Menurut dia, jika direncanakan sejak awal secara matang serta dilakukan bertahap, pembangunan justru bisa lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas maupun keberlanjutan lingkungan.

“Sebetulnya cost-nya enggak tinggi juga sih, karena kalau direncanakan dari awal itu jadi efisien. Misalnya pembangunan ruas tol, tidak bisa langsung selesai sekaligus, tapi bisa dilakukan bertahap, dari ruas A ke B, lalu B ke C, dan seterusnya,” ujar Dody Hanggodo kepada wartawan di Bandung, Selasa, 4 November.

Masih kata Dody, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan menjadi fokus utama kementeriannya. 

Sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, lanjutnya, proyek-proyek infrastruktur yang dibangun tak hanya harus berfungsi hari ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.

“Infrastruktur yang kita bangun harus dengan sesi berkelanjutan, tidak hanya sekarang tapi juga dari masa-masa sebelumnya,” ujar Dody kepada wartawan di Bandung, Selasa, 4 November.

Dia juga meminta jajarannya untuk mengevaluasi proyek-proyek bendungan, irigasi, jalan tol, dan jaringan jalan yang sudah dibangun, guna memastikan fungsi dan kesinambungannya.

Menurut dia, salah satu penekanan penting adalah pada jaringan irigasi.

Banyak bendungan yang telah dibangun, namun belum seluruhnya dilengkapi jaringan irigasi yang efektif, sehingga fungsi utamanya untuk swasembada pangan belum maksimal.

Selain itu, Dody menekankan pentingnya konektivitas antarruas jalan nasional, jalan tol, dan jalan kabupaten atau provinsi.

Dia menegaskan, ruas tol tak boleh berdiri sendiri tanpa tersambung dengan jaringan jalan lainnya.

Pasalnya, hal itu akan menghambat potensi pengembangan kawasan industri baru dan konektivitas antarwilayah.