Ekonom Bank Mandiri Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2025 Sebesar 5,05 Persen
JAKARTA - Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,05 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) pada kuartal III-2025. Angka ini sedikit menurun jika dibandingkan dari 5,12 persen (yoy) pada kuartal II-2025, tetapi masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 4,95 persen yoy pada kuartal III-2024.
"Pertumbuhan diperkirakan ditopang oleh pengeluaran rumah tangga yang tetap kuat dan kinerja eksternal yang membaik, meski melambatnya investasi dan belanja pemerintah menjadi faktor penahan," katanya dalam keterangan resmi, Selasa, 4 November.
Andry menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga diprediksi stabil di angka 5,0 persen (yoy), sama seperti kuartal sebelumnya. Hal ini sejalan dengan kenaikan pertumbuhan penjualan eceran rata-rata menjadi 4,7 persen (yoy), naik dari 0,9 persen pada kuartal II-2025.
"Didukung oleh pertumbuhan penjualan eceran dengan rata-rata 4,7 persen yoy, naik dari 0,9 persen pada kuartal II-2025, mencerminkan permintaan domestik yang terjaga di tengah inflasi terkendali," ujarnya.
Di sisi lain, Andry memproyeksikan aktivitas investasi akan melambat menjadi 4,5 persen yoy pada kuartal III-2025, turun drastis dari 7,0 persen yoy di kuartal II-2025.
Sementara itu, aktivitas investasi diproyeksikan melambat menjadi 4,5 persen (yoy) pada kuartal III-2025, turun dari 7,0 persen (yoy) di kuartal sebelumnya. Perlambatan ini tercermin dari kontraksi penjualan semen sebesar 2,3 persen dibandingkan pada kuartal II-2025 2,7 persen, serta melemahnya impor barang modal dari 32,5 persen menjadi 10,4 persen.
Menurut Andry, hal ini menunjukkan normalisasi investasi setelah pertumbuhan yang tinggi pada kuartal sebelumnya.
Baca juga:
Meski demikian, ia menyampaikan peningkatan rata-rata Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur menjadi 50,4 dari 47,0, sejalan dengan laporan Survei Kegiatan Usaha Bank Indonesia yang mencatat peningkatan kapasitas produksi, dapat sedikit menahan perlambatan investasi.
Selain itu, belanja pemerintah juga diperkirakan mengalami kontraksi menjadi 2,5 persen (yoy) pada kuartal III-2025, atau lebih rendah dibandingkan pada kuartal II-2025 sebesar 0,3 persen. Penurunan ini sejalan dengan menurunnya aliran pengeluaran fiskal sebesar 2,9 persen (yoy).
"Belanja pemerintah pusat juga mengalami kontraksi sebesar 5,1 persen yoy, menunjukkan realisasi anggaran yang terukur," tuturnya.
Di sisi perdagangan, Andry memperkirakan pertumbuhan ekspor meningkat menjadi 11 persen (yoy) pada kuartal III-2025, sedikit lebih tinggi dari 10,7 persen di kuartal sebelumnya. Sebaliknya, impor diprediksi melambat tajam menjadi 3,2 persen (yoy), turun dari kuartal II-2025 sebesar 11,7 persen.
"Kondisi ini diperkirakan meningkatkan kontribusi ekspor neto, mendukung pertumbuhan PDB secara keseluruhan meski perdagangan global masih rentan," ucapnya.