Jejak Musik Onadio Leonardo hingga Terjerat Dugaan Penyalahgunaan Narkoba
JAKARTA - Dugaan penyalahgunaan narkoba oleh Onadio Leonardo menambah daftar panjang musisi Tanah Air yang masuk ke pusaran obat-obatan terlarang.
Onad—sapaan akrabnya—memulai karier musiknya pada tahun 2005 sebagai bassis dan vokalis latar Killing Me Inside. Titik balik besar terjadi pada 2009, ketika ia ditunjuk sebagai vokalis utama, hingga akhirnya membawa Killing Me Inside mencapai puncak popularitas dan menjadi salah satu ikon skena musik remaja kala itu.
Dengan ciri khas vokalnya, Onad menjadi wajah utama Killing Me Inside hingga akhirnya ia memutuskan keluar pada tahun 2014.
Keputusannya meninggalkan band yang membesarkan namanya bukan berarti ia berhenti bermusik. Onad lantas bereksperimen dengan genre musik elektronik melalui proyek duo 1990 bersama Widy Vierratale.
Kemudian, ia kembali membentuk band rock dengan formasi baru bernama LYON, yang sempat merilis single populer seperti "Ego" dan "Semesta Bersabda".
Selain bermusik, kiprahnya terus meluas ke dunia akting, presenter, dan kreator konten, terutama melalui podcast populer yang membuatnya menjadi figur publik serba bisa.
Namun, karier yang cemerlang ini diwarnai dengan sisi kelam. Pada Jumat, 31 Oktober 2025, publik dikejutkan dengan kabar penangkapannya oleh pihak kepolisian terkait dugaan kasus penyalahgunaan narkoba.
Baca juga:
- Onadio Leonardo Disebut Korban Penyalahgunaan Narkoba, Polisi Masih Lakukan Pendalaman
- Beby Leonardo, Istri Onadio Leonardo Ikut Diamankan dalam Kasus Narkoba
- Kronologi Mecimapro Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan hingga Direkturnya Jadi Tersangka
- Jon Bon Jovi Ungkap Detail Operasi Pita Suara yang Dijalani hingga Butuh Tiga Setengah Tahun Pemulihan
"Iya (benar Onad ditangkap)," kata Kombes Ahmad David selaku Dirnarkoba Polda Metro Jaya saat dihubungi, Jumat.
Penangkapan yang dilakukan Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat di kawasan Ciputat Timur tersebut menemukan barang bukti berupa sisa ganja dan papir. Polisi juga menduga adanya pengkonsumsian ekstasi sebelum penangkapan.
Namun sampai artikel ini ditulis, pendalaman lebih lanjut masih dilakukan oleh pihak kepolisian.
Kasus ini menjadi pukulan telak, mengingat Onad sebelumnya pernah secara terbuka mengaku memiliki masa lalu kelam dengan narkoba di usia muda, namun berhasil sembuh berkat rasa takut ditangkap dan keinginannya untuk mempertahankan keluarga.
"Karena di umur 21 tahun kan umur masih caur (hancur) terus megang duit nih. Lu bayangin, pegang duit, nyari kesenangan, masih kecil, yang paling dekat kayaknya (narkoba) itu,” kata Onad saat menjadi tamu di podcast Atta Halilintar pada tahun 2020.
"Setiap gue make (narkoba), gue langsung berpikir, 'Gue ditangkap polisi, besok masuk berita, besok masuk penjara'", imbuhnya. "Gue berhenti karena satu, karena takut ditangkap polisi. Itu yang paling utama. Karena gue melihat hidup gue bisa hancur berantakan. Terus yang kedua karena keluarga.”