JAKARTA - Keputusan Jon Bon Jovi untuk menjaga warisan musiknya berujung pada diagnosis yang mengejutkan: salah satu pita suaranya mengalami atrofi—seolah "mati".
Hal tersebut menyebabkan pentolan Bon Jovi itu harus menjalani prosedur bedah rumit yang disebutnya sebagai awal dari masa pemulihan yang ia jalani selama tiga setengah tahun.
Dalam wawancara terbaru di podcast How To Fail With Elizabeth Day, Jon menjelaskan, ia mencari seorang ahli bedah yang kemudian menemukan masalah tersebut. Solusinya bukanlah operasi biasa, melainkan implan bedah pada bagian luar pita suara untuk memastikan keduanya dapat menutup dengan benar saat berbicara atau bernyanyi.
"Saya mencari seorang ahli bedah, yang menjelaskan kepada saya bahwa salah satu pita suara saya benar-benar mengalami atrofi—pita suara itu mati—dan bahwa dia bisa melakukan operasi implan di bagian luar pita suara agar keduanya dapat menutup dengan benar lagi," ungkap Jon.
Ia juga membeberkan detail prosedur implan tersebut. "Jika Anda melihat dari dekat di bagian bawah tenggorokan saya, ada bekas luka. Di situlah mereka memotongnya. Mereka masuk tepat melalui bagian depan. Mereka menaruh dua potong Gore-Tex, yang merupakan plastik, di luar pita suara tetapi di leher yang menutup otot-otot di luar," jelasnya.
BACA JUGA:
Prosedur tersebut dilakukan karena otot-otot yang mendorong pita suara untuk bertemu saat pengucapan tidak bekerja secara simetris.
Dokter bedah menjanjikan satu hal: kondisinya akan lebih baik, namun proses pemulihan ternyata jauh lebih lama dari yang diperkirakan. "Andai saya tahu bahwa pemulihannya akan memakan waktu tiga setengah tahun, saya mungkin akan berkata, 'Terima kasih, selamat malam'," ujar vokalis 63 tahun itu.
Meskipun demikian, kemajuan yang stabil membuatnya tidak kehilangan harapan. Setelah enam minggu pascaoperasi, Jon menjalani terapi wicara. Ia menjelaskan, selama tujuh atau delapan tahun sebelumnya, dirinya secara tidak sadar mengompensasi kelemahan pita suara yang bermasalah. Terapis harus mengajarinya dari awal, mulai dari cara berbicara, hingga akhirnya menghasilkan suara yang menyerupai nyanyian.
Kini, dengan dirilisnya album baru, "Forever" (2024), serta rencana tur konser tahun depan, Jon Bon Jovi merasa cukup percaya diri untuk kembali ke panggung.
"Saya cukup yakin sekarang untuk mengetahui bahwa saya dapat menjual tiket. Saya sama sekali tidak mau melakukannya setahun yang lalu," tegasnya.
Kepercayaan dirinya saat ini menunjukkan bahwa masa pemulihan yang panjang dan sulit kini membuahkan hasil.