Keamanan di Gyeongju Diperketat Menjelang KTT APEC 2025

JAKARTA - Otoritas Korea Selatan memperketat keamanan di Gyeongju, jelang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Forum Kerja Sama Ekonomi Asia - Pasifik (APEC) akhir pekan ini, dengan pengerahan pasukan besar-besaran untuk melindungi para pemimpin dan delegasi negara hingga organisasi internasional.

Setelah tingkat siaga Jumat pekan lalu dinaikkan menjadi "waspada", status tersebut ditingkatkan menjadi "peringatan" di Gyeongju dan wilayah sekitarnya, Busan, Daegu, Ulsan, serta provinsi Gyeongsang Utara dan Selatan pada Selasa hingga Sabtu pekan ini.

Selagi para pemimpin dari 21 negara anggota bersiap untuk tiba, polisi di Provinsi Gyeongsang Utara mengeluarkan peringatan keamanan tingkat tertinggi pada Hari Selasa, yang memungkinkan mobilisasi semua personel yang tersedia.

Hingga 19.000 petugas akan dikerahkan di seluruh Gyeongju setiap hari selama pertemuan APEC untuk menjaga keamanan kota, dikutip dari The Korea Times 29 Oktober.

Di pusat peningkatan keamanan ini adalah Kompleks Wisata Bomun, sekitar 15 menit berkendara dari pusat kota Gyeongju. Di sana terdapat Gyeongju Hwabaek International Convention Center (HICO), tempat utama Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC, serta beberapa hotel yang menampung para pemimpin yang berkunjung.

Ilustrasi KTT APEC 2025. (Sumber; APEC 2025 Korea)

Sejak Hari Minggu, keamanan di kota ini semakin diperketat. Kaca pengaman telah dipasang di sekitar gedung dan pembatas baja berjejer di sepanjang trotoar.

Jalur yang dibatasi membuat banyak area terlarang, memaksa pejalan kaki mengambil jalan memutar yang panjang di sepanjang rute yang biasanya hanya memakan waktu beberapa menit. Bahkan halte bus telah dipagari, hanya menyisakan celah sempit bagi penumpang untuk naik dan turun.

Pos pemeriksaan ala bandara didirikan di depan HICO dan International Media Center, tempat petugas berseragam melakukan pemeriksaan ketat. Kotak earphone nirkabel, tempat makanan ringan hingga dompet kartu nama tak luput dari pemeriksaan.

Rangkaian KTT APEC 2025 di Korea Selatan. (Wikimedia Commons/제주특별자치도청)

Keamanan juga diperketat di hotel-hotel tempat para pemimpin dunia dilaporkan menginap. Rambu-rambu peringatan pemeriksaan kendaraan dipasang, dan layar besar dipasang di pintu masuk utama untuk menghalangi pandangan publik selama kedatangan dan keberangkatan.

Di Hilton Gyeongju dekat HICO, tempat delegasi AS diperkirakan akan menginap, kemungkinan termasuk Presiden Donald Trump setelah kedatangannya di sini pada Hari Rabu, area tersebut dipenuhi SUV hitam dan personel keamanan. Para pekerja menurunkan apa yang tampak seperti panel kaca antipeluru dari truk dan memasang struktur pelindung di depan pintu masuk utama.

“Mulai Selasa, lencana akreditasi APEC tidak diwajibkan untuk memasuki lobi hotel, tetapi diperkirakan akan diwajibkan mulai Rabu. Registrasi kendaraan kemungkinan juga akan diwajibkan,” ujar seorang petugas di hotel tersebut kepada The Korea Times.

Sumber yang familier dengan KTT APEC mengatakan kepada The Korea Times, hanya satu atau dua pejabat di negara tersebut yang memiliki akses ke informasi terpadu dari semua kementerian pemerintah, termasuk pembaruan terkini tentang langkah-langkah keamanan yang berkaitan dengan waktu kedatangan para pemimpin dunia.

Sementara itu, Badan Keamanan Presiden (PSS) menyatakan telah melaksanakan latihan lapangan terakhir Sabtu dan Senin lalu di Gyeongju dan Busan.

Badan-badan utama - termasuk Badan Intelijen Nasional, militer dan kepolisian - bergabung untuk menguji koordinasi dan mensimulasikan skenario guna memastikan keamanan pergerakan para pemimpin dunia.

"Kami telah menyelesaikan pemeriksaan akhir terhadap semua langkah keamanan dan keselamatan APEC melalui pelatihan ini," kata Kepala PSS Hwang In-kwon.

"Selama KTT, kami akan memastikan perlindungan yang sempurna untuk membantu menyukseskan acara tersebut," tandasnya.