Aurelie Moeremans Curhat Diancam dan Difitnah Usai Rilis Buku
JAKARTA — Aktris sekaligus penulis Aurelie Moeremans membagikan unggahan emosional di akun Instagram pribadinya, mengungkapkan dampak besar dari bukunya berjudul Broken Strings, sekaligus perlawanan yang ia hadapi setelah berani bersuara.
Dalam unggahan tersebut, Aurelie menyebut setiap hari ia menerima pesan dari berbagai kalangan, mulai dari para penyintas, orang tua, guru, hingga anak muda yang merasa kehilangan harapan.
Banyak di antara mereka yang mengaku bahwa buku Broken Strings, yang mengisahkan pengalaman pahitnya, telah menyelamatkan hidup mereka.
“Banyak yang bilang buku aku Broken Strings nyelametin hidup mereka. Dan itu yang bikin semua perjuangan ini terasa berarti,” tulis Aurelie, dikutip VOI dari akun Instagram @aurelie, Selasa, 28 Oktober.
Namun, di balik dampak positif tersebut, Aurelie juga mengungkap sisi kelam yang harus ia hadapi. Ia mengaku menerima ancaman, fitnah, dan hujatan dari orang yang sama—yang dulu pernah memperdayanya saat ia masih berusia 15 tahun.
“Walaupun setelah bukunya rilis aku diancam, difitnah, dan dihujat oleh orang yang dulu memperdaya aku waktu aku masih 15 tahun,” ungkapnya.
“Ironisnya, orang yang sama juga mengancam perempuan-perempuan yang berani mendukung aku,” sambung Aurelie.
Baca juga:
Meski menghadapi tekanan berat, Aurelie memilih melihat perjuangannya dari sisi yang penuh harapan. Ia merasa luka masa lalu yang dulu dianggap aib kini telah berubah menjadi cahaya yang memberi kekuatan bagi orang lain.
“Tapi kalau luka yang dulu disebut aib bisa berubah jadi cahaya buat orang lain, maka semua rasa sakit yang pernah aku alami nggak sia-sia,” tuturnya.
Di akhir pesannya, Aurelie mengucapkan terima kasih kepada semua pembaca yang telah ikut merasakan, menangis, marah, dan sembuh bersama ceritanya. Ia juga menegaskan komitmennya untuk terus bersuara bagi para penyintas.
“Selama masih ada satu orang aja yang tersentuh, suaraku nggak akan padam,” tutupnya tegas.