Kasus ISPA di Tanjungpinang Tembus 20 Ribu, Dinkes Imbau Warga Waspada di Musim Pancaroba

TANJUNGPINANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) mencatat jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di daerah itu mencapai 20.488 kasus sejak Januari hingga September 2025.

Kepala Dinkes Tanjungpinang Rustam menyebut, jumlah tersebut naik 292 kasus dibanding periode yang sama tahun 2024, yang tercatat sebanyak 20.196 kasus.

“Kenaikannya memang relatif kecil, namun tetap perlu diwaspadai, apalagi penyakit ISPA ini menyerang hampir semua kelompok umur,” kata Rustam di Tanjungpinang, Antara,  Senin, 27 Oktober.

Berdasarkan tren bulanan, lonjakan kasus ISPA terjadi pada Februari 2025 dan kembali meningkat menjelang September tahun ini. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi oleh perubahan cuaca atau musim pancaroba yang memang menjadi periode rawan peningkatan penyakit saluran pernapasan.

“Selain faktor cuaca, peningkatan mobilitas masyarakat pasca-pandemi COVID-19 dan menurunnya kewaspadaan terhadap penyakit pernapasan juga berkontribusi terhadap kenaikan kasus ISPA tahun ini,” ujarnya.

Rustam menuturkan, pengidap ISPA di Tanjungpinang didominasi oleh balita sebanyak 3.576 kasus, diikuti anak berusia 10–18 tahun sebanyak 4.147 kasus, dan orang dewasa berusia 19–59 tahun sebanyak 10.888 kasus.

Sementara sisanya berasal dari kelompok usia 5–9 tahun dan lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

“Data ini menunjukkan kelompok remaja hingga usia produktif semakin banyak terserang ISPA,” kata Rustam.

Dinkes Tanjungpinang terus melakukan upaya pencegahan yang menjadi kunci utama dalam menekan angka ISPA, mulai dari sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) hingga edukasi etika batuk dan bersin di tempat umum.

Program ini dilakukan bersama berbagai pemangku kepentingan di sekolah, tempat kerja, dan fasilitas umum.

Selain itu, Dinkes juga meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, termasuk ketersediaan obat-obatan dan sarana pemeriksaan, guna mengantisipasi lonjakan kasus.

“Pemantauan kualitas udara dan pengendalian sumber polusi seperti pembakaran sampah juga terus kami lakukan untuk mencegah ISPA,” pungkas Rustam.