Pisang dengan Kulit Berbintik Mengandung Senyawa Anti Kanker? Ahli Ungkap Faktanya

JAKARTA - Beberapa waktu belakangan ramai di media sosial terkait unggahan mengenai pisang dengan bintik cokelat kehitaman di kulitnya mengandung senyawa antikanker. Pisang dengan kulit berbintik biasanya dalam kondisi yang terlalu matang.

Dalam unggahan yang viral tersebut, dijelaskan bahwa pisang dengan kulit berbintik cokelat atau hitam mengandung Tumor Necrosis Factor (TNF), yakni zat yang diklaim mampu melawan sel kanker.

Disebutkan juga bahwa semakin banyak bintik hitam pada kulit pisang, maka kandungan TNF-nya juga akan semakin tinggi.

“Peneliti Jepang mengatakan pisang yang sudah matang mengandung TNF yang melawan sel-sel abnormal seperti sel kanker. Sel-sel ini akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh Anda,” kata ungahan tersebut, dikutip dari AFP, pada Senin, 27 Oktober 2025.

Namun, setelah dicek dalam studi yang dikutip pada unggahan tersebut, peneliti ternyata tidak menyarankan untuk meningkatkan konsumsi pisang terlalu matang atau yang kulitnya sudah berbintik.

Dosen biologi di Universitas Chulalongkorn Thailand, Jessada Denduangboripat, mengatakan bahwa TNF tidak ditemukan pada tumbuhan. TNF hanya terdapat pada sistem kekebalan mamalia, sehingga informasi terkait pisang berbintik megandung senyawa anti kanker tidak benar.

“Ini dalah hoaks lama yang tidak benar,” tegas Jessada.

Pisang dengan bintik hitam atau terlalu matang justru mengandung lebih tinggi gula dan pati. Konsumsi pisang terlalu matang secara berlebihan dapat memicu masalah kesehatan, salah satunya adalah obesitas.

Oleh karean itu, konsumsi pisang yang dianjurkan adalah yang masih berkulit kuning tetapi masih sedikit berwarna hijau. Pisang dengan ciri tersebut tidak mengandung pati atau gula setinggi pisang dengan kulit berbintik hitam atau cokelat.