Polda Kaltara Tegaskan Disiplin Anggota Polri di Perbatasan, Kabid Propam Soroti Integritas dan Gaya Hidup

TANA TIDUNG - Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Kalimantan Utara menegaskan kembali pentingnya kedisiplinan dan integritas di tubuh Polri, terutama di wilayah perbatasan yang menjadi etalase negara.

Penegasan itu disampaikan Kabid Propam Polda Kaltara Kombes Krishadi Permadi saat memimpin kegiatan pengawasan internal di jajaran Polres Tana Tidung, Kamis, 16 Oktober.

Krishadi juga menyoroti sejumlah persoalan yang kerap mencoreng citra kepolisian di berbagai daerah mulai dari pelanggaran disiplin, penyalahgunaan wewenang, hingga gaya hidup hedonis. Ia menegaskan bahwa setiap anggota Polri wajib menjaga marwah institusi dan menjadi teladan di tengah masyarakat.

“Tantangan Polri hari ini bukan hanya kejahatan di luar, tapi juga menjaga integritas di dalam. Masyarakat menilai bukan dari apa yang kita katakan, tetapi dari perilaku kita sehari-hari,” ujar Krishadi.

Ia menekankan, disiplin bukan sekadar soal absensi atau administrasi, melainkan cerminan tanggung jawab moral. Karena itu, Propam melakukan langkah pengawasan yang lebih menyentuh substansi seperti pemeriksaan kelayakan kendaraan dinas, sikap tampang, hingga uji bebas narkoba bagi anggota.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 25 personel Polres Tana Tidung, seluruhnya dinyatakan negatif narkoba.

“Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi penyimpangan, baik dalam penggunaan narkoba, pungli, maupun gaya hidup yang tidak sesuai nilai-nilai Polri. Integritas adalah benteng utama dalam menjaga kepercayaan publik,” sambungnya.

Kabid Propam juga mengingatkan agar seluruh personel segera melengkapi dokumen kendaraan dinas dan memperhatikan keselamatan dalam berkendara, menanggapi beberapa kasus kecelakaan lalu lintas internal yang sempat terjadi di wilayah Kaltara.

Menurut Krishadi, langkah pengawasan di lapangan merupakan bagian dari upaya memperkuat profesionalisme institusi. Apalagi, wilayah perbatasan seperti Kalimantan Utara memiliki sensitivitas tinggi karena menjadi wajah negara di hadapan publik dan dunia internasional.

“Kedisiplinan anggota Polri di daerah perbatasan adalah bentuk pertahanan nonmiliter. Jika aparatnya bersih dan profesional, maka kepercayaan masyarakat akan tumbuh dan stabilitas daerah lebih terjaga,” kata dia.