Davina Karamoy Cerita Pengalaman Hadapi Anemia di Tengah Jadwal Padat
JAKARTA - Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan yang cukup sering dialami, terutama oleh perempuan. Kondisi ini terjadi ketika tubuh kekurangan hemoglobin protein dalam sel darah merah yang bertugas membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Akibatnya, penderitanya mudah merasa lelah, lesu, bahkan sulit berkonsentrasi, meski hanya melakukan aktivitas ringan. Aktris Davina Karamoy termasuk yang pernah merasakan gejala serupa.
Rutinitasnya yang padat mulai dari syuting film, menjadi bintang iklan, hingga berolahraga padel, Davina mengaku tak bisa membiarkan tubuhnya kehilangan energi. Ia pun mulai lebih memperhatikan asupan zat besi hariannya agar tetap bugar dan fokus.
"Kalau gejala anemia mulai terasa, saya jadi cepat capek dan susah fokus, apalagi pas lagi menstruasi. Makanya saya rutin minum tablet tambah darah. Tapi jujur, dulu saya agak enggak nyaman karena baunya kayak besi banget,” cerita Davina dalam peluncuran Sakatonik Activ Gummy sekaligus Anniversary ke-19 Watsons Indonesia di Jakarta, baru-baru ini.
Baca juga:
- 7 Gejala Kekurangan Zat Besi yang Jarang Disadari, Rambut Rontok hingga Kelelahan
- Kenali Ciri-Ciri Anemia pada Bayi dan Cara Mencegahnya
- Anak Kurang Fokus karena Lelah, Cara Asmirandah Deteksi Kekurangan Zat Besi Si Kecil
- Anak Kekurangan Zat Besi, Asupan Ini yang Harus Dioptimalkan Orang Tua untuk Si Kecil
Cerita Davina menggambarkan kenyataan kalau banyak perempuan aktif di usia produktif masih rentan mengalami anemia, terutama saat kebutuhan zat besi tidak tercukupi dari makanan sehari-hari.
Hal ini pun terlihat dari data Riskesdas 2018, prevalensi anemia di Indonesia pada perempuan masih tinggi. Pada perempuan usia 15—24 tahun, angkanya mencapai 32 persen atau sebanyak 3—4 dari 10 remaja serta 1 dari 2 ibu hamil atau 48,9 persen juga mengalami anemia.
Kementerian Kesehatan mengidentifikasi kasus anemia, yang salah satunya disebabkan oleh rendahnya konsumsi tablet tambah darah sejak usia remaja. Dari 12,1 juta remaja, terdapat lebih dari 8,3 juta remaja tidak rutin mengonsumsi tablet tambah darah. Padahal, usia remaja merupakan masa krusial untuk pencegahan anemia kronis ketika dewasa dan kehamilan.
"Berdasarkan data tersebut, kami meyakini pentingnya edukasi masyarakat mengenai anemia dan peran suplemen zat besi untuk menangani kasus anemia. Hal ini selaras dengan komitmen Kalbe terkait inovasi produk yang memahami kebutuhan konsumen seperti inovasi suplemen zat besi pertama di Indonesia dalam bentuk gummy yang tinggi zat besi, asam folat, serta vitamin B12 dengan mixed berry juice yang enak," ujar Head of Vitamin Category Kalbe Consumer Health, Adelia Theresia dalam kesempatan yang sama.
Lebih lanjut, Davina pun kini lebih disiplin menjaga pola makan dan mencukupi kebutuhan nutrisinya. Ia juga memilih suplemen zat besi yang sesuai dengan kebutuhannya, agar tetap bisa menjalani aktivitas padat tanpa mudah lelah.
"Sekarang aku sudah nemu produk yang pas. Rasanya enak, bentuknya lucu, dan yang paling penting enggak ada bau atau rasa besinya sama sekali,” lanjut Davina.
Melalui pengalamannya, Davina berharap semakin banyak perempuan Indonesia yang lebih peduli terhadap tanda-tanda anemia dan pentingnya menjaga kadar zat besi tubuh. Sebab dengan tubuh yang sehat dan energi yang cukup, perempuan bisa tetap aktif mengejar mimpi tanpa harus terganggu oleh rasa lemas atau kelelahan berlebih.