Pertamina Patra Niaga Hentikan Penyaluran Pertalite ke SPBU yang Lakukan Pelanggaran di Jayapura

JAKARTA - PT Pertamina Patra Niaga menindak tegas SPBU 84.99102 di Kota Jayapura yang melakukan pengisian BBM bersubsidi jenis Pertalite.

Asal tahu saja, sebelumnya terdapat video TikTok yang menunjukkan adanya mobil Avanza yang diduga mengisi BBM Jenis Pertalite secara tidak wajar.

Pj. Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun mengatakan, tindakan tegas telah diberikan melalui Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku berupa surat peringatan disertai penghentian penyaluran BBM JBKP Pertalite sampai 30 hari ke depan dan akun pengguna QR Code mobil dilakukan pemblokiran.

"Pemberian sanksi ini sebagai bukti nyata komitmen Pertamina Patra Niaga untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di seluruh wilayah Indonesia", ujar Roberth, Sabtu, 11 Oktober.

Roberth memastikan, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku berkomitmen untuk menyalurkan BBM sesuai dengan aturan dan peruntukannya.

Sementara Area Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku, Ispiani Abbas mengatakan, penjualan BBM di SPBU wajib mengikuti ketentuan yang berlaku.

"Kami tidak mentolerir seluruh praktik penyaluran yang menyimpang. Apabila ditemukan indikasi pelanggaran, kami akan segera menindaklanjuti dengan pemeriksaan internal dan jika ditemukan pelanggaran akan diberikan sanksi kepada SPBU sesuai dengan aturan yang berlaku," jelas Ispiani.

Untuk memenuhi kebutuhan mayarakat dalam pembelian BBM Pertalite dapat dilakukan di SPBU terdekat yaitu SPBU 84.99101 Dok 5 Bawah, SPBU 84.99107 Nagoya dan SPBU 84.99104 entrop.

Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan ketidaksesuaian yang terjadi di SPBU. Tak hanya terkait pelanggaran, Pertamina Patra Niaga juga mengimbau masyarakat untuk mengkonfirmasi kebenaran disinformasi di media sosial.

"Kami mengimbau masyarakat untuk melaporkan ketidakesuaian di SPBU dana mengonfirmasi kebenaran sebuah informasi serta keluhan melalui layanan pelanggan Pertamina Contact Center 135," tandasnya.