Dikritik Malas Bangun Kilang, Bos Pertamina: Masukan Berharga Buat Kami
JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara terkait kritik Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait pembangunan kilang Pertamina yang terbilang lama.
Menurut Simon, kritikan yang disampaikan Purbaya merupakan masukan yang berarti untuk Pertamina dalam menjalankan bisnisnya ke depan serta memperbaiki kinerja.
"Kalau kemarin kita sempat mendengar Pak Menteri Keuangan menyampaikan bahwa mungkin tidak banyak kilang yang dibangun, tentunya itu menjadi masukan berharga buat kami," ujar Simon, Selasa, 7 Oktober.
Simon mengatakan, sejatinya Pertamina terus mendorong pembangunan kilang sejak tahun 2019.
Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan peresmian terhadap proyek proyek pengembangan kilang Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan. Kilang yang berlokasi di Kalimantan Timur ini akan diresmikan pada 10 November mendatang.
Proyek RDMP Balikpapan sendiri memiliki tujuan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang, yang semula 260.000 barrel per hari menjadi 360.000 barrel per hari dan juga meningkatkan kualitas produk dari setara Euro 2 menjadi setara Euro 5.
"Mudah-mudahan di November, tanggal 10 November adalah kita akan mulai on stream proyek RDMP Balikpapan yaitu Refinery Development Master Plan Balikpapan yang nanti akan meningkatkan kapasitas pengolahan kilang," jelasnya.
Baca juga:
Dengan peningkatan produksi ini, Simon mengaku impor minyak bisa ditekan karena berhasil meningkatkan kinerja kilang.
"Tentunya dengan demikian impor kita akan berkurang, produk yang dihasilkan akan lebih baik dan produk yang dihasilkan nanti akan setara dengan Euro 5 yaitu kadar sulfur di bawah 10 ppm," tandas Simon.