Suporter Buat Nazar Tak Akan Potong Rambut Sampai Manchester United Menang Lima Kali Beruntun
JAKARTA - Tahun lalu memang berat bagi semua penggemar Manchester United. Bagi salah satu suporter bernama Frank Illet, hal itu benar-benar terasa.
Illet memberi dirinya tantangan unik Oktober tahun lalu bahwa ia tidak akan memotong rambutnya sampai The Red Devils menang lima pertandingan berturut-turut.
"Saya pikir itu hanya akan berlangsung beberapa bulan dan akan sedikit lucu. Itu adalah sesuatu untuk menyebarkan humor kepada para penggemar Manchester United selama masa sulit."
"Rasanya realistis saat itu karena musim sebelumnya, mereka telah memenangi lima pertandingan berturut-turut," kata Illet kepada ESPN.
Saat itu, Manchester United masih dilatih oleh Erik Ten Hag dan mengakhiri musim sebelumnya dengan memenangi final Piala FA melawan Manchester City.
Illet berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mencoba tantangan tersebut, terlepas dari semua kegagalan dan performa inkonsisten yang telah diraih klub dalam beberapa tahun terakhir.
Pria 29 tahun itu yang merupakan penggemar Manchester United sejak kecil dari Inggris dan sekarang tinggal di Spanyol. Dia memulai tantangan tersebut setelah hasil imbang 0-0 melawan Aston Villa.
Baca juga:
Ia berharap lima kemenangan beruntun akan segera diraih. Namun, setelah 77 pertandingan di semua ajang dan pergantian manajer, hal itu masih belum terjadi.
Bahkan, pencapaian terbaik Illet tahun lalu ialah tiga kemenangan beruntun ketika Manchester United mengalahkan Rangers, Fulham, dan FCSB pada akhir Januari 2025 di bawah pelatih saat ini, Ruben Amorim.
Sebagai konteks, Liverpool--juara bertahan Liga Inggris dan rival berat Manchester United--telah memenangi lima pertandingan berturut-turut musim ini hanya dalam waktu sebulan lebih (tepatnya 33 hari).
Lantaran The Red Devils tak kunjung meraih lima kemenangan beruntun, rambut Illet pun menjadi tontonan viral di media sosial.
Rambutnya kini sudah sangat panjang, tepatnya kribo, dan semakin hari semakin meninggi.
Unggahan hariannya di media sosial kepada lebih dari 700.000 pengikut di Instagram dan TikTok--menghitung hari sejak potongan rambut terakhirnya, terlepas dari apakah Manchester United bermain hari itu atau tidak--telah mengubahnya menjadi sosok yang dipuja dan monumen yang hidup dan berkembang, perwujudan dari perjuangan klub.
"Saya telah mengalami banyak pasang-surut. Masalahnya, sangat banyak waktu yang dihabiskan. Mencuci, menyisir, mengeringkan, semuanya membutuhkan waktu jauh lebih lama daripada biasanya," katanya.
Suasana hati Illet mencerminkan nasib Manchester United. Dia berada di tribun Old Trafford untuk menyaksikan timnya mengalahkan Chelsea 2-1 sebelumnya. Dia kemudian melihat tim kesayanganny kalah 1-3 di kandang Brentford seminggu berselang.
Ditambah lagi dengan kekalahan memalukan di Carabao Cup dari klub League Two, Grimsby Town, optimismenya pun mulai luntur.
"Saya sudah berusaha untuk tetap positif, saya sudah berusaha untuk tetap optimis. Namun, saat itulah saya berpikir bahwa saya tidak dapat menemukan hal positif dan terus berpura-pura bahwa sesuatu akan terjadi," ujarnya.
Reaksinya tidak selalu positif. Polisi sedang menyelidiki insiden di pertandingan Chelsea, di mana seorang penggemar menjambak rambut Illet secara agresif dan tampak memaki-makinya.
"Sejujurnya, semuanya agak aneh. Saya akan selalu berusaha untuk fokus pada hal-hal positif dan berharap ini hanya kejadian sekali saja," kata Illet saat itu.
Meskipun Manchester United terus mengalami masalah di lapangan, Illet tidak meminta Amorim untuk pergi.
Meskipun laporan beredar tentang masa depan pelatih asal Portugal itu, ia yakin performanya tidak seburuk hasil pertandingan.
"Saya rasa mengganti manajer bukanlah solusi yang tepat. Saya sepenuhnya mengerti bahwa orang-orang ingin dia keluar karena mereka mengatakan hal terpenting dalam sepak bola adalah hasil."
"Saya pikir ada beberapa hal positif. Kami memiliki gol dan tembakan yang paling dinantikan di liga. Ada beberapa hal seperti itu di mana beberapa bola tersebut menjadi gol."
"Kami memiliki percakapan yang sangat berbeda. Saya pikir dalam jangka pendek, kami membutuhkan hasil yang baik segera," katanya.
Dengan lebih dari 30 pertandingan Liga Inggris tersisa musim ini, ditambah Piala FA yang masih akan datang, Illet belum putus asa untuk rambutnya.
"Kita akan cari tahu bersama berapa lama lagi ini bisa bertahan," ujarnya sambil tertawa.
Untuk saat ini, Manchester United belum memiliki lima kemenangan beruntun meskipun mereka baru saja meraih kemenangan 2-0 atas Sunderland pada Sabtu, 4 Oktober 2025.