Partai Nasdem Usung Anies Baswedan Jadi Capres dalam Memori Hari Ini, 3 Oktober 2022

JAKARTA – Memori hari ini, tiga tahun yang lalu, 3 Oktober 2022, Partai Nasional Demokrat (Nasdem) resmi mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) dalam Pilpres 2024. Anies dinilai sebagai sosok terbaik yang mampu memimpin Indonesia.

Sebelumnya, citra Anies sebagai pemimpin Jakarta populer ke mana-mana. Tiap gerak gerik Anies di Jakarta jadi pemberitaan nasional. Anies pun diramalkan jadi calon pemimpin Indonesia masa depan. Narasi itu membuat namanya santer terdengar ikut Pilpres 2024.

Tiada yang meragukan Pilkada DKI Jakarta jadi ajang paling bergengsi daripada Pilkada di wilayah lainnya. Semuanya karena panggung politik di DKI Jakarta punya daya tarik besar. Barang siapa yang jadi pemimpin Jakarta punya porsi besar dalam pemberitaan media massa.

Kondisi itu karena Jakarta adalah Ibu Kota Indonesia. Mereka yang berhasil memimpin Jakarta tak jarang punya kesempatan besar ikut kontestasi politik tingkat tinggi: pilpres. Politikus pun berlomba-lomba untuk jadi pemimpin Jakarta.

Anies Baswedan tak mau ketinggalan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan era 2014-2016 itu tertarik untuk mencalonkan diri di Jakarta. Gayung pun bersambut. Anies kemudian dipinang Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sebagai calon gubernur dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

Ia mengandeng pengusaha, Sandiaga Uno sebagai calon wakil gubernur. Duet itu membawakan hasil gemilang. Mereka menang. Kondisi itu membuat Anies mulai mewujudkan keinginannya meningkat hajat hidup warga Jakarta sedari 2017.

Ia mulai mencoba mewujudkan janji politiknya, dari OkTrip (Jak Linko) hingga rumah dp nol persen. Semuanya dilakukan dalam jargon Jakarta Maju Bersama. Kepemimpinan Anies mendapatkan atensi lebih.

Aksinya kerap jadi pemberitaan nasional. Ambil contoh kala ia bertindak cepat daripada pemerintah pusat dalam menghadapi Pandemi COVID-19.

"Jadi kami membayangkan pada saat kita turun, kita bertahan dan tangguh. Kami berkeyakinan bahwa Jakarta akan bangkit, dan Jakarta besok justru lebih baik sebelum pandemi, karena kita terlatih menghadapi tantangan yang tidak kecil ini. Membangun kota ini tidak dimonopoli Pemprov DKI Jakarta, tapi mengajak semua untuk terlibat."

"Ya kami yang menentukan arah pembangunan dan kerjanya, tapi siapa yang terlibat. Kami undang semua untuk terlibat. Kita gabung sehingga menjadi kekuatan yang luar biasa. Jadi, kata kolaborasi adalah cerminan, dari kita mari kita bangun Jakarta bersama-sama," ujar Anies sebagaimana dikutip laman Jakarta.go.id, 24 Mei 2021.

Popularitas Anies memimpin Jakarta meningkat. Kondisi itu membuat Anies dilirik beberapa partai politik besar ingin mengusungnya jadi capres dalam Pilpres 2024. Puncaknya, Partai Nasdem secara resmi meminang Anies sebagai capres dalam Pilpres 2024 di Nasdem Tower, Jakarta, pada 3 Oktober 2022.

Partai Nasdem resmi usung Anies Baswedan sebagai capres di Nasdem Tower, Jakarta, 3 Oktober 2022. (ANTARA/Syaiful Hakim)

Nasdem menganggap bahwa Anies adalah sosok calon pemimpin terbaik untuk Indonesia. Anies dianggap mampu membawa Indonesia jadi negara yang bermartabat dan mampu membentuk karakter sebagai bangsa besar.

Kondisi itu karena Anies Baswedan punya keinginan tak hanya membawa kemajuan pembangunan, tapi juga mampu generasi muda penerus bangsa yang progresif. Anies pun diminta untuk memperbaiki segala masalah yang diwarisi dari pemimpin sebelumnya.

"Kenapa Anies Baswedan? Jawabannya adalah why not the best? Maka, tugas utama Anies nantinya melihat kembali sejauh mana nilai harkat dan martabat kehidupan kebangsaan kita, yang sudah berhasil untuk diteruskan, yang belum berhasil untuk diperbaiki.”

“Kekurangan pasti ada, dan inilah tugas sahabat, tugas partai koalisi yang berada dalam pemerintahan untuk selalu mengawal dengan nawaitu, dengan niat baik, apa yang terbaik, baik untuk pemerintahan, baik untuk bangsa dan negara ini," ujar Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh sebagaimana dikutip laman kompas.com, 3 Oktober 2022.