7 Sekolah di Aceh Barat Tutup, DPR Minta Kemedikdasmen Cari Solusi

JAKARTA - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti rencana Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang akan menutup tujuh sekolah dasar (SD) akibat jumlah murid dan guru yang minim. Lalu meminta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk segera duduk bersama Pemerintah Daerah setempat guna mencari solusi terkait hal tersebut.

Menurut Lalu, rencana ini merupakan masalah serius yang mengancam pemenuhan hak pendidikan anak di daerah pedalaman. Padahal, pendidikan adalah hak dasar yang diamanatkan oleh konstitusi.

“Pendidikan dasar adalah hak konstitusional setiap anak. Penutupan sekolah tanpa skema pengganti yang memadai berpotensi meningkatkan angka putus sekolah, memperberat beban anak, dan melemahkan kualitas pembelajaran," ujar Lalu kepada wartawan, Jumat, 26 September.

Lalu mengatakan, fakta beberapa sekolah seperti SDN Paya Baro yang menunjukkan peningkatan jumlah murid, menandakan masih ada potensi perbaikan jika didukung kebijakan dan fasilitas yang tepat.

Lalu mengungkap, bahwa fakta lapangan menunjukkan kondisi yang memprihatinkan di mana anak-anak SDN Paya Baro menangis cemas menghadapi kemungkinan menempuh jarak lima kilometer ke sekolah terdekat. Bahkan di SDN Cot Buloh, ruang kelas tak layak dan murid kelas I terpaksa belajar di gudang karena keterbatasan fasilitas.

“Sehingga kami dari Komisi X DPR RI mendorong pemerintah daerah dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk mencari solusi alternatif sebelum menutup sekolah,” tegas pimpinan Komisi yang membidangi pendidikan itu.

Lalu pun memberikan sejumlah saran yang bisa menjadi pendekatan bagi Pemda dalam mengambil keputusan terkait wacana penutupan sekolah. Seperti penggabungan sekolah dengan sistem satelit dan pertimbangan penambahan guru kontrak.

"Serta peningkatan sarana-prasarana agar sekolah kecil tetap dapat berfungsi. Penempatan ulang guru juga harus dijamin agar tidak menganggur akibat penutupan,” ungkapnya.

Lalu menambahkan bahwa penerapan standar pendidikan di daerah pedalaman tidak boleh kaku. Menurutnya, tantangan geografis, infrastruktur, dan ekonomi harus menjadi pertimbangan utama.

“Penutupan sekolah seharusnya menjadi opsi terakhir setelah upaya perbaikan fasilitas, insentif bagi guru, dan penguatan partisipasi masyarakat dilakukan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, SDN Paya Baro masuk dalam wacana penutupan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Barat karena jumlah siswa yang sedikit. Desa Paya Baro sendiri merupakan desa paling ujung di Kecamatan Meureubo. SDN Paya Baro adalah satu dari 7 sekolah yang rencanannya akan ditutup.

Dinas Pendidikan Aceh Barat tengah membentuk tim khusus untuk melakukan kajian akademik sebelum memutuskan menutup 7 sekolah tersebut.