Menlu Sugiono: Presiden Prabowo Sampaikan Kesediaan Kontribusi Indonesia dalam Proses Perdamaian di Timur Tengah

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan kesediaan Indonesia berkontribusi dalam rangkaian proses perdamaian di Timur Tengah, kata Menteri Luar Negeri RI Sugiono.

Menlu Sugiono mengatakan, hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam pertemuan terbatas yang digelar oleh Amerika Serikat dan dihadiri oleh sejumlah pemimpin dan perwakilan dari negara anggota Liga Arab dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB Hari Selasa.

Pertemuan bertajuk "Multilateral Meeting on the Middle East" ini digelar di Ruang Konsultasi Dewan Keamanan PBB, Markas Besar PBB, New York.

"Presiden Prabowo menyampaikan kesediaan Indonesia berkontribusi dalam rangkaian proses (perdamaian), kesediaan Indonesia mengirimkan pasukan penjaga perdamaian jika dibutuhkan atas mandat PBB," kata Menlu Sugiono dalam keterangan video dari New York seperti dikutip Rabu 24 September.

Menlu Sugiono mengatakan, inti dari pertemuan tersebut memberik gambaran kepada Presiden Trump situasi yang sebenarnya terjadi, gambaran suasana di kawasan yang dirasakan beberapa negara Timur Tengah di sekitar Palestina.

Pertemuan itu juga meminta kepemimpinan Amerika Serikat dalam rangka menyelesaikan permasalahan di Palestina dan Jalur Gaza.

"Tadi juga disampaikan harapan-harapan mengenai keterlibatan AS dalam rangka mencapai gencatan senjata, mencapai perdamaian, juga upaya-upaya ke depan untuk bisa mencapai Solusi Dua Negara," terang Menlu Sugiono.

Sementara itu, berbicara di samping Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Presiden Trump menegaskan tekadnya untuk segera menghentikan konflik dan memastikan pembebasan sandera.

"Ini akan menjadi pertemuan yang sangat penting. Pertemuan ini akan mempertemukan para pemimpin besar dari bagian dunia yang sangat penting, yaitu Timur Tengah. Dan kita ingin mengakhiri perang di Gaza. Kita akan mengakhirinya," ujar Presiden Trump membuka pertemuan, melansir keterangan Kementerian Luar Negeri RI.

Presiden Trump menegaskan kembali pentingnya pertemuan ini bagi upaya perdamaian di Timur Tengah.

"Inilah pertemuan yang sangat penting bagi saya karena kita akan mengakhiri sesuatu yang seharusnya mungkin tidak pernah terjadi. Terima kasih banyak, semuanya. Kami sangat menghargainya," tandasnya

Selain Presiden Trump dan Presiden Prabowo, pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Emir Qatar Syekh Tamim ibn Hamad Al Thani, Raja Yordania Abdullah II, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Persatuan Emirat Arab Syekh Abdullah bin Zayed Al Nahyan, serta Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

Dikatakan, mereka yang diundang dalam pertemuan ini dipandang Presiden Trump memiliki pengaruh besar dan kontribusi nyata bagi upaya perdamaian kawasan.

"Pertemuan ini produktif dalam arti cukup maju dalam upaya penyelesaian konflik Timur Tengah, mencapai perdamaian serta gencatan senjata," tandas Menlu Sugiono.