Usai Menang F1 GP Azerbaijan, Verstappen Tahan Diri Bahas Peluang Juara Dunia
JAKARTA - Max Verstappen berhasil menjadi juara di Formula 1 (F1) Grand Prix (GP) Azerbaijan 2025 akhir pekan lalu. Meski pencapaiannya positif, ia masih enggan untuk membahas peluang juara dunia Formula 1 2025.
Pebalap Red Bull Racing itu merasa masih tertinggal jauh dari duo McLaren. Meski pada kenyataannya, Verstappen merasa performa mobil Red Bull membaik usai jeda musim panas setelah ia meraih tiga podium beruntun, yakni sekali menjadi runner-up di Belanda serta finis pertama di Italia dan Azerbaijan.
"Saya tidak bergantung pada harapan. Namun, masih ada tujuh seri lagi, 69 poin itu banyak. Jadi, saya pribadi tidak memikirkannya."
"Saya hanya menjalani balapan demi balapan, (yang) sudah saya lakukan sepanjang musim. Setelah Abu Dhabi (balapan terakhir musim ini), kita akan tahu," ujar Max Verstappen dalam jumpa pers usai balapan dikutip dari The Athletic, Senin, 22 September 2025.
Baca juga:
Masuknya Laurent Mekies selaku Principal Red Bull Racing menggantikan Christian Horner sejak Juli 2025 dinilai berperan besar dalam perbaikan kualitas mobil.
Latar belakang Mekies sebagai insinyur balapan diyakini memberikan pendekatan berbeda dalam pengembangan mobil.
Hasil di lintasan pun membaik. Verstappen perlahan memangkas jarak dari Oscar Piastri dan Lando Norris, duo McLaren yang berada di peringkat pertama dan kedua klasemen.
Mengoleksi 255 poin dari 17 balapan, Verstappen cuma kalah 44 poin dari Norris dan 69 poin dari Piastri.
Dengan sisa tujuh seri, termasuk tiga balapan Sprint, asa Verstappen meraih gelar juara dunia kelima masih terbuka.
Namun, ia juga harus menyapu bersih kemenangan di sisa seri sambil berharap Piastri gagal podium di sejumlah trek. Bukan hal yang mudah meski tak mustahil.
Balapan selanjutnya akan digelar di Singapura pada 3-5 Oktober 2025. Verstappen hanya pernah menang sekali di Asia Tenggara, tepatnya F1 GP Malaysia 2017. Sementara di Singapura, ia belum pernah finis terdepan.