Dari Hysteria Sampai Starlight: Muse Dapat Sambutan Meriah dari Penonton Jakarta

JAKARTA - Konser Muse di Jakarta disambut meriah puluhan ribu penggemar yang memadati area Carnaval Ancol, Jakarta Utara pada Jumat, 19 September malam.

Matt Bellamy (vokal utama, gitar, kibor), Chris Wolstenholme (bass, vokal), dan Dominic Howard (drum) naik ke atas panggung pukul 19.30, disambut teriakan para penggemar yang sudah menunggu.

“Unravelling” dibawakan sebagai pembuka setlist. Distorsi gitar, cabikan bass, tabuhan drum, dan string kibor berpadu memecah malam.

Tidak berselang lama, penonton dibuat histeris ketika Wolstenholme memainkan intro ikonik “Hysteria”. Mereka yang mendengar langsung terbius, berteriak dan ikut bernyanyi di setiap bagian.

“Terima kasih,” kata Bellamy singkat di sela penampilan.

Nomor lain juga mendapat sambutan baik dari penonton yang hadir. Mereka juga ikut bernyanyi saat Muse membawakan “Stockholm Syndrome”, “Madness”, “Time is Running Out”, “Supermassive Black Hole”, dan lainnya.

Di usia lebih dari 46 tahun, personel Muse tetap tampil memukau. Minim gimik, namun kualitas permainan masih dipertahankan.

Di samping itu, keberadaan tiga layar besar yang dihadirkan Ravel Entertainment selaku promotor, memudahkan penonton yang berada jauh dari panggung tetap menikmati detail penampilan Matt Bellamy cs.

Di akhir penampilan, Muse membawakan lagu terbaik mereka, “Starlight”, yang masih mendapat sambutan meriah dari para penggemar.