Bagikan:

JAKARTA - Bimo Setiawan Almachzumi atau lebih akrab disapa Bimbim mengaku masih nyaman berkarya dengan Slank dengan metode yang selama ini mereka jalankan.

Meski banyak musisi yang khawatir dengan kehadiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam dunia musik, Bimbim menyebut Slank tidak merasa khawatir, terlebih ketakutan kalah bersaing.

“Enggak apa-apa sih, enggak kesaing, malah lucu. Aapa ya, jadi banyak variasi lain. Ya intermezzo aja,” kata Bimbim kepada awak media di Kemang, Jakarta Selatan baru-baru ini.

Bimbim melihat AI memang sudah mampu menghasilkan musik yang punya kualitas. Namun baginya, karya olah pikir manusia—terlebih melalui pemikiran bersama yang dilakukan Slank—hasilnya masih lebih baik.

Selain itu, Bimbim juga menyebut seorang musisi akan bisa menilai mana musik yang dihasilkan dengan AI.

“Kalau manusia, dia bisa dinamis, bisa eksplorasi dan segala macam. Dan kalau musisi dengerin lagunya, 'Ah ini AI.’ Ya ketauan,” katanya.

Bimbim masih meyakini jika orisinalitas para musisi masih lebih baik untuk dinikmati, meski gempuran karya AI terus berdatangan.

“Orisinalitas pasti akan lebih hidup, walaupun digempur dengan musik AI,” ujar Bimbim.

“(Menghasilkan musik lewat AI) kreatif sih, tapi tetap terlihat bahwa itu bukan manusia,” tandasnya.