Jerman Kaji Usul Gunakan Aset Rusia yang Dibekukan Uni Eropa

JAKARTA  - Jerman ingin bekerja secara produktif untuk menindaklanjuti gagasan terkait penggunaan aset Rusia yang dibekukan di Uni Eropa.

"Semuanya harus dikaji dengan cermat," ujar Menteri Keuangan Jerman Lars Klingbeil di Kopenhagen menjelang perundingan dengan mitranya di Uni Eropa dilansir Reuters, Jumat, 19 September.

"Jerman akan mengambil peran yang memungkinkan segala sesuatunya terjadi, bukan peran yang menghalangi segala sesuatunya," sambungnya.

Waspada terhadap penyitaan aset-aset  yang merupakan garis merah bagi sebagian pihak di Uni Eropa, blok tersebut sedang membahas cara-cara untuk menggunakannya secara lebih intensif guna mendanai dukungan bagi Ukraina di tengah ketidakpastian atas komitmen Amerika Serikat terhadap Kyiv di bawah Presiden Donald Trump.

Sejauh ini, Uni Eropa hanya mengambil bunga yang dihasilkan dari aset-aset tersebut, yang dibekukan setelah invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022.

Jerman sebelumnya telah berulang kali menyatakan kekhawatiran hukum atas setiap usulan untuk menyita aset-aset tersebut sepenuhnya.

Klingbeil mengatakan koalisinya berkomitmen untuk mengupayakan penggunaan aset-aset yang dibekukan secara lebih intensif, meskipun terdapat kesulitan hukum.

"Ada kebutuhan finansial di sana. Kami ingin memenuhi tanggung jawab kami terhadap Ukraina," ujarnya.