Pemprov DKI Ultimatum PT KCN soal Tanggul Beton: Nelayan Harus Dapat Kompensasi!
JAKARTA - Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta Hasudungan Sidabalok mengungkap pihaknya akan memanggil PT Karya Citra Nusantara (KCN) untuk menindaklanjuti masalah tanggul beton di perairan Cilincing, Jakarta Utara.
"Kami akan memanggil pelaku usaha untuk segera memformulasikan kompensasi dari dampak pembangunan tersebut kepada nelayan," kata Hasudungan kepada wartawan, Rabu, 17 September.
Pemprov DKI meminta PT KCN untuk memperbaiki kualitas lingkungan hidup yang terdampak pencemaran material tanggul beton di laut Cilincing.
"Diantaranya dengan mendekatkan fishing ground dengan perbaikan lingkungan perairan dan pemberian rumpon untuk mendekatkan ikan," ujar Hasudungan.
Selain itu, Pemprov DKI akan mendata para nelayan yang terdampak dan mengalami kesulitan akses untuk melaut akibat adanya tanggul beton ini. Mereka, lanjut Hasudungan, akan diberi kompensasi.
"Kami akan pastikan nelayan terdampak terdata dengan baik, serta mendata juga kebutuhan nelayan agar kompensasi yang diberikan tepat sasaran dan tepat guna," ucapnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku tak bisa mengintervensi terkait dengan keberadaan pagar beton di pesisir Cilincing, Jakarta Utara. Sebab, pembangunannya telah mengantongi izin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.
KKP telah menerbitkan secara resmi izin persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang laut (PKKPRL) bagi PT KCN dengan peruntukkan pembangunan pelabuhan umum, pada 2023.
"Memang setelah saya cek izin untuk perusahaan itu sudah lengkap. Sehingga, kita juga tidak bisa apa-apa, karena memang itu menjadi kewenangan Kementerian KKP," ujar Pramono kepada wartawan, Sabtu, 13 September.
Baca juga:
Kendati demikian, Pramono menyatakan telah memerintahkan Dinas Sumber Daya Air untuk berkomunikasi dengan PT KCN. Tujuannya agar kegiataan para nelayaan di sekitar pagar beton tersebut tak terganggu.
"Tetapi yang paling penting yang menjadi tanggung Jakarta supaya mereka para nelayan tidak terganggu untuk mencari nafkah," urainya