Mengenal Bedanya Daya Tahan Fisik atau Endurance dan Stamina, Sudah Tahu Cara Meningkatkannya?

YOGYAKARTA - Setiap orang pasti pernah mendengar kata endurance dan stamina saat bicara soal kebugaran. Tapi seringkali kedua istilah itu dianggap sama saja. Padahal, meskipun mirip, keduanya punya nuansa makna yang beda dan aspek yang menjadi fokusnya pun berbeda. Dalam artikel ini akan dijelaskan apa itu endurance dan stamina, bagaimana keduanya berbeda, serta cara memperbaiki keduanya agar Anda bisa lebih sehat dan lebih berenergi.

Apa itu stamina?

Stamina adalah kombinasi antara kondisi mental dan fisik yang memungkinkan seseorang mempertahankan aktivitas dalam waktu lama tanpa cepat merasa lelah. Sederhananya, stamina lebih kepada perasaan mampu melakukan aktivitas dengan baik, tetap enerjik dan “bersisa tenaga” dalam aktivitas harian atau kegiatan yang lebih lama. Melansir Healthline, Senin, 15 September, stamina bukan hanya ada di olahraga. Stamina juga penting untuk aktivitas seperti kerja, bermain dengan anak, atau melakukan kegiatan sehari-hari yang membutuhkan konsentrasi dan tenaga.

Ilustrasi bedanya daya tahan fisik atau endurance dan stamina (Freepik/benzoix)

Apa itu endurance?

Endurance adalah kemampuan fisik tubuh untuk terus melakukan aktivitas dalam jangka waktu yang panjang. Endurance terdiri dari dua komponen utama, yaitu endurance kardiovaskular (cardiovascular endurance) dan endurance otot (muscular endurance). Cardiovascular endurance adalah kemampuan jantung dan paru-paru dalam menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh agar otot bisa bekerja lebih lama. Sedangkan muscular endurance adalah kemampuan otot untuk bekerja terus-menerus tanpa cepat lelah.

Perbedaan antara daya tahan fisik atau endurance dan stamina

Setelah dijelaskan definisi masing-masing, cukup jelas bahwa endurance dan stamina memiliki perbedaan secara signifikan. Berikut apa bedanya daya tahan fisik atau endurance dan stamina.

1. Konsep dan fokus

Endurance lebih menekankan kemampuan fisik yang bisa diukur, seperti seberapa lama seseorang bisa berlari, berenang, menari, atau melakukan aktivitas fisik berat. Sedangkan stamina lebih bersifat hasil dari keseluruhan kebugaran, yaitu tentang bagaimana tubuh dan pikiran bekerja sama agar tetap bertenaga dalam jangka waktu lama.

Ilustrasi daya tahan fisik atau endurance dan stamina (Freepik)

2. Komponen yang terlibat

Untuk endurance, aspek fisik seperti sistem kardiovaskular dan ketahanan otot sangat dominan. Sedangkan stamina, selain melibatkan unsur fisik juga melibatkan kondisi mental dan kemampuan mengelola suasana hati serta energi dalam menghadapi kelelahan.

3. Pengukuran

Endurance bisa diukur melalui tes nyata. Misalnya tes lari jarak, jumlah push-up/sit-up maksimum dalam waktu tertentu, atau tes jalan cepat. Nah, kalau stamina kerap sekali menjadi ukuran subyektif. Sebab biasanya dipakai untuk mengukur seberapa cepat Anda berlari dan merasa lelah, seberapa sering merasa punya tenaga selama aktivitas harian, berapa lama Anda bisa tetap aktif tanpa istirahat panjang.

4. Peran kebugaran

Endurance adalah bagian dari kebugaran fisik yang jelas di dalam lima komponen kebugaran. Di antaranya endurance kardiovaskular, fleksibilitas, komposisi tubuh (body composition), endurance otot, dan kekuatan otot. Sedangkan stamina bukanlah satu komponen kebugaran yang terpisah, melainkan hasil dari semua komponen kebugaran itu jika dijalankan konsisten.

Ilustrasi daya tahan fisik atau endurance dan stamina (Freepik/drobotdean)

Cara meningkatkan endurance dan stamina

Agar aspek pembangun endurance dan stamina bisa lebih baik, beberapa cara berikut bisa diikuti:

  1. Lakukan latihan aerobik secara rutin. Seperti jalan cepat, lari, berenang, atau bersepeda untuk memacu jantung dan paru-paru.
  2. Gunakan prinsip overload dan SAID (Specific Adaptation to Imposed Demands). Artinya secara bertahap meningkatkan intensitas, durasi, atau volume latihan agar tubuh terus menyesuaikan diri.
  3. Latihan otot secara spesifik untuk meningkatkan endurance otot. Misalnya push-up, sit-up, atau latihan beban dengan repetisi tinggi.
  4. Tambahkan juga aktivitas relaksasi seperti yoga atau meditasi untuk menjaga kesehatan mental dan membantu mengurangi kelelahan.
  5. Pastikan cukup waktu untuk istirahat, pemulihan, tidur yang berkualitas, dan hidrasi agar tubuh bisa bekerja optimal.

Endurance dan stamina memang berkaitan erat, tetapi bukan hal yang sama persis. Endurance lebih spesifik pada aspek fisik dan kinerja tubuh secara objektif, sedangkan stamina mencakup aspek fisik dan mental, serta energi keseluruhan yang membuat seseorang mampu bertahan melakukan aktivitas dalam jangka waktu panjang. Dengan memahami perbedaan antara endurance dan stamina, Anda bisa menjalani latihan yang tepat, konsistensi, dan perhatian pada pemulihan sehingga bisa meningkatkan keduanya.