Performa Haaland Bersama Norwegia Bikin Italia Tertekan
JAKARTA - Erling Haaland mencetak lima gol saat Norwegia menghajar Moldova 11-1 pada Rabu, 10 September 2025 WIB, untuk mempertahankan rekor sempurna di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa dan tetap di puncak klasemen Grup I dengan 15 poin dalam lima pertandingan.
Lima gol tersebut merupakan pencapaian tertinggi Haaland selama bermain untuk Norwegia dan terbanyak yang dicetak oleh pemain Eropa di Kualifikasi Piala Dunia 2026 sejak Hans Krankl dari Austria mencetak rekor UEFA dengan enam gol melawan Malta pada 1977.
Penyerang Manchester City tersebut bermain dengan jahitan di wajahnya setelah bertabrakan dengan pintu saat keluar dari bus tim pada Senin, 8 September 2025.
Ia mencetak hattrick internasional kelimanya sebelum turun minum, mencetak tiga gol antara menit ke-11 dan ke-43. Dia mencetak dua gol lagi di babak kedua, sekaligus memperpanjang rekor golnya yang luar biasa untuk negaranya menjadi 48 gol dalam 45 pertandingan.
Hasil ini merupakan kemenangan terbesar di babak Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Eropa. Catatan itu melampaui kemenangan Belanda atas Malta 8-0 pada Juni 2025 dan mendekati rekor sepanjang masa, yaitu kemenangan Jerman Barat atas Siprus 12-0 pada 1969 di Kualifikasi Piala Dunia. Kemenangan ini menyamai margin kemenangan terbesar Norwegia dalam pertandingan kompetitif.
Baca juga:
Kemenangan ini juga membuat Norwegia unggul enam poin dari Italia yang ada di posisi kedua. Azzurri baru memainkan empat pertandingan dengan koleksi sembilan poin.
Pada laga terkini, mereka mengalahkan Israel pada Selasa, 9 September 2025, dengan kemenangan tipis 5-4.
Azzurri asuhan Gennaro Gattuso masih memiliki satu pertandingan lebih banyak untuk mengejar Norwegia. Mereka berupaya menghindari finis di posisi kedua karena harus melalui jalur playoff untuk ke Piala Dunia 2026.
Hanya saja, mengejar Norwegia tampak sulit. Italia sudah takluk 0-3 pada pertemuan perama di Oslo, 6 Juni 2025. Haaland menyumbang satu gol pada laga itu.
Apalagi, Azzurri tampak harus bersusah payah untuk menang. Pada saat melawan Israel saja, kemenangan baru bisa dipastikan melalui gol Sandro Tonali pada injury time babak kedua.
Gattuso, yang menggantikan Luciano Spalletti sebagai pelatih Italia pada Juni 2025, mengakui bahwa itu adalah pertandingan tergila yang pernah diikuti sebagai pelatih.
"Itu salah saya dan bukan karena para pemain. Jika kami ingin bermain dengan cara tertentu, kami harus menjadi lebih baik dalam hal ini."
"Kami terlalu gila untuk menyerang secara sistematis. Itulah yang ditunggu-tunggu Israel. Mereka selalu menyerang kami melalui serangan balik," tutur Gattuso.
Italia hanya unggul selisih gol dengan Israel yang ada di peringkat ketiga klasemen. Mereka bisa manaruh asa untuk mengudeta puncak klasemen--meskipun berat--saat berjumpa Norwegia pada November 2025.
Itu adalah pertandingan terkahir kualifikasi, sambil berharap di tiga laga lainnya mereka terpeleset dan Norwegia terjegal.
Italia, juara Piala Dunia empat kali, telah absen di dua Piala Dunia terakhir.