Percobaan Ketiga Jisrel Elfiano di Audisi PB Djarum 2025
JAKARTA – Pebulu tangkis belia Jisrel Elfiano Lumoindong terus mengantung mimpinya setinggi mungkin untuk mendapatkan beasiswa dari PB Djarum. Motivasi itu yang membuatnya kembali ke audisi umum pada tahun ini.
Talenta asal Manado, Sulawesi Utara, tersebut termasuk salah satu dari ratusan atlet yang masih bertahan dalam audisi umum PB Djarum tahun ini yang sudah memasuki tahap turnamen pada Rabu, 10 September 2025.
Tahun ini merupakan percobaan ketiga Jisrel untuk bisa bergabung PB Djarum. Dia pertama kali mengikuti audisi bergengsi ini pada 2022 ketika dirinya masih berusia tujuh tahun, lalu pada 2023 dan tahun ini.
"Pada 2024 saya memang sengaja tidak ikut audisi umum PB Djarum karena ingin fokus latihan untuk meningkatkan kemampuan," kata pebulu tangkis yang bergabung dalam kelompok umur U-11 putra tersebut.
Baca juga:
Saat pertama kali merasakan pengalaman mengikuti audisi PB Djarum, Jisrel mampu melangkah sampai tahap turnamen hari pertama. Keberhasilan itu membuatnya semakin tertantang untuk mencoba lagi.
Selain itu, dia juga memiliki motivasi ekstra untuk masuk PB Djarum setelah kesuksesan sang kakak, Aurellia Florenza Lumoindong, yang sudah lebih dulu bergabung PB Djarum pada 2023.
"Tahun ini saya kembali berjuang di Kudus dan optimistis melangkah lebih jauh dari sebelumnya serta meraih super tiket. Saya ingin mengikuti jejak kakak yang sudah berhasil menjadi atlet PB Djarum," kata dia.
Jisrel bukanlah satu-satunya wajah lama yang kembali ke audisi tahun ini. Nama lain yang juga kembali mencoba peruntungan untuk bisa masuk PB Djarum ialah Natthania Alaika Djamal.
Pebulu tangkis yang menjadi peserta kelompok umur 12 tahun di kategori putri tersebut pada tahun lalu berhasil meraih super tiket dan melaju ke tahap karantina.
Sayangnya, ia gagal bergabung PB Djarum lantaran kurang optimal saat menjalani latihan di asrama PB Djarum. Karena itu, dia pun bertekad bisa menjadi keluarga besar PB Djarum pada tahun ini.
"Tahun ini, saya lebih percaya diri bisa mewujudkan mimpi menjadi atlet PB Djarum karena sudah melakukan persiapan lebih matang dan menjaga kondisi kesehatan," ucap atlet yang akrab disapa Attha tersebut.
Attha yang merupakan atlet binaan PB Anugerah Denpasar datang ke Kudus tahun ini dengan modal dari kucuran keringat sendiri, terutama dari hasil ia menjuarai berbagai turnamen pada 2024.
Dia mengatakan bahwa kegagalan tahun lalu membuatnya semakin giat berlatih selama tiga jam setiap harinya, dari Senin sampai Sabtu. Dia juga giat menambah jam terbang di berbagai turnamen.
"Hadiah yang saya dapat selama mengikuti turnamen selalu saya tabung supaya bisa kembali ke Kudus tahun ini dan mewujudkan mimpi menjadi atlet PB Djarum," katanya.
Audisi tahun ini ikut dipantau oleh mantan ganda campuran Liliyana Natsir/Tontowi Ahmad, yang merupakan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro 2016.
Liliyan/Tontowi yang saat ini menjabat sebagai Penasihat Teknik PB Djarum menilai bahwa setiap tahun para pebulu tangkis belia yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia selalu mengalami peningkatan secara kualitas.
"Audisi umum tahun ini saya melihat lebih baik secara kualitasnya. Namun, bukan hanya kualitas yang kami lihat, melainkan juga mental bertanding, daya juang, dan sektor lainnya juga kami perhatikan," ujar Liliyana.
Liliyana juga mengapresiasi perjuangan mereka yang tak kenal lelah untuk bergabung PB Djarum dan mencoba peruntungan lebih dari satu kali. Ia pun berharap audisi ini bisa melahirkan potensi baru yang mumpuni.
"Mereka yang ikut audisi lebih dari sekali, artinya punya daya juang dan keinginannya besar untuk masuk PB Djarum."
"Mereka yang belum berhasil harus melihat patokan kualitas atlet yang bergabung PB Djarum dari audisi ini seperti apa," katanya.