Menteri PKP Ara Minta Pramono Sediakan Rumah Tapak di Jakarta, Bukan Cuma Rusun

JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau yang akrab disapa Ara meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung untuk menambah penyediaan hunian.

Namun, Ara meminta Pemprov DKI tak cuma menyediakan rumah vertikal seperti rumah susun sewa (rusunawa) atau rumah susun milik (rusunami), melainkan juga rumah tapak.

"Bagaimana kita mulai membangun rumah subsidi di Jakarta, Pak? Jangan (bangunan rumah lantai) ke atas, kalau boleh kita pertimbangkan," kata Ara usai acara sosialisasi sosialisasi kredit program perumahan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu, 10 September.

Ara menyadari, penyediaan rumah tapak di luar Jakarta memang tidak sulit karena masih banyak lahan kosong yang tersedia. Hal ini berbeda dengan Jakarta. Karenanya, Ara menawarkan penggunaan aset-aset pemerintah untuk penyediaan hunian tersebut.

"Mungkin kalau rumah-rumah subsidi kan banyak di luar Jakarta. Mungkin ke depan kita diskusikan bagaimana kerja sama pusat dan Jakarta memanfaatkan aset-aset yang ada," ungkap Ara.

Lebih lanjut, Ara mengungkap Presiden Prabowo Subianto menargetkan pemerintah bisa menyediakan 3 juta unit hunian selama kepemimpinannya.

Menurut Ara, persiapan penyediaan rumah di Jakarta memiliki ekosistem yang cukup lengkap, mulai dari developer, penyedia material bangunan, hingga masyarakat peminat kredit perumahan yang mayoritas merupakan pelaku UMKM.

"Itu sesuatu yang luar biasa dan tadi sudah dikonfirmasi langsung oleh perbankannya. Baik dari bank-bank himbara seperti Mandiri, BRI, BTN, kemudian juga dari bank swastanya, dan juga Bank Jakarta juga sudah menyatakan mendukung dari program ini," urainya.