KBRI Phnom Penh Siap Fasilitasi Interaksi Bisnis Indonesia - Kratie

JAKARTA - Kedutaan Besar Republik Indonesia Phnom Penh siap memfasilitasi interaksi bisnis Indonesia - Kratie, termasuk dengan memperat hubungan antar-masyarakat, kata Duta Besar RI untuk Kamboja Santo Darmosumarto.

Dubes Santo melakukan kunjungan kerja ke Kratie, provinsi di Kamboja yang terletak di perbatasan dengan Kamboja.

Pada bidang perdagangan, Dubes RI melihat produk Indonesia telah cukup dikenal dan diterima oleh masyarakat Kamboja. Volume perdagangan Indonesia-Kamboja mampu menembus angka 1 miliar dolar AS selama dua tahun berturut-turut (2023-2024). Masuknya lebih banyak produk Indonesia dapat memberikan pilihan yang semakin beragam bagi masyarakat Kratie.

"Kedekatan hubungan antara Indonesia dan Kamboja perlu kita manfaatkan untuk memperkuat kemitraan Indonesia dan Kratie," kata Dubes Santo dalam pertemuan dengan Wakil Gubernur Kratie Heng Sotha, melansir keterangan KBRI Phnom Penh 5 September.

KBRI Phnom Penh siap memfasilitasi interaksi antar-bisnis Indonesia-Kratie, sejalan dengan upaya mewujudkan neraca perdagangan kedua negara yang lebih seimbang, kata Dubes Santo.

Dubes RI sendiri telah mengundang kalangan pengusaha Kratie untuk berpartisipasi pada Trade Expo Indonesia 2025 yang akan diselenggarakan pada 15-19 Oktober 2025.

Lebih jauh dikatakan, kerja sama antara Indonesia dan Kratie tidak hanya dapat dibangun melalui pemerintah, tetapi juga melalui hubungan antar-masyarakat.

Komunitas Muslim di Kratie yang cukup besar berpotensi sebagai elemen perekat bagi persahabatan kedua negara.

Kerja sama pendidikan juga bisa membuka peluang kerja sama yang lebih luas. Dubes RI mengajak pelajar dan pemuda Kratie untuk memanfaatkan beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk menimba ilmu di Indonesia.

Dubes RI juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kratie dalam penanganan WNI yang terjaring razia pemberantasan penipuan daring, serta menekankan upaya KBRI selama ini dalam mengimbau WNI di Kamboja untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku dan bekerja pada sektor pekerjaan yang legal.

Dalam kunjungan kali ini, Dubes RI berkesempatan melakukan kunjungan ke salah satu tambang granit pertama dan terbesar di Kamboja yang telah mengekspor granit ke berbagai negara.

Sementara itu, Wagub Kratie menyambut baik komitmen Pemerintah Indonesia untuk perkuat kerja sama. Wagub Sotha mengharapkan masuknya investasi yang berasal dari Indonesia pada sektor unggulan Kratie, yakni industri agro, agrikultur dan pariwisata. Hasil perkebunan Kratie, di antaranya adalah karet, gula tebu, singkong, dan pomelo/jeruk bali.

Kratie juga dikenal sebagai habitat dari Irrawaddy dolphin (Orcaella brevirostris) atau di Indonesia dikenal sebagai pesut Mahakam, spesies mamalia air tawar yang hidup di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur.

Wagub Kratie sampaikan harapan dapat dijajakinya kerja sama provinsi kembar guna meningkatkan interaksi Kratie dengan Indonesia. Dubes RI menilai positif usulan tersebut dan siap untuk memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah di Indonesia.

Diketahui, Kratie merupakan salah satu provinsi yang terletak di timur laut paling ujung Kamboja dan berjarak sekitar 243 km dari Phnom Penh.