Bakal Garap 33 Proyek, Danantara Fokus ke Sampah jadi Energi

JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan menggarap 33 proyek strategis.

Danantara juga telah meluncurkan obligasi atau surat utang sebagai platform investasi proyek yang akan dikerjakan tersebut.

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani mengungkapkan, dari 33 proyek yang akan digarap tersebut, salah satunya adalah pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy.

Menurut Rosan, regulasi berupa Peraturan Pemerintah (PP) sudah rampung, sehingga proses tender segera dilaksanakan.

“Itu yang 33 itu yang waste to energy kan. Nah kita sedang, PP-nya sudah rampung, itu akan segera laksanakan untuk tender prosesnya,” ucap Rosan di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, 4 September.

Rosan bilang ada beberapa daerah yang siap menjalankan proyek waste to energy tersebut. Di antaranya, Jakarta, Bandung, Bali, kemudian Semarang, Surabaya, dan Makassar.

Lebih lanjut, Rosan juga memastikan tender proyek ini akan dilakukan secara terbuka dan transparan.

“Dan daerah-daerah lain yang prioritas yang sudah bisa jalan kita akan melakukan tender proses secara terbuka dan transparan,” katanya.

Sebelumnya, Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani bertemu dengan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Dalam pertemuan tersebut, salah satu topik yang dibahas terkait strategi pembiayaan melalui opsi penerbitan obligasi Danantara.

Pertemuan keduanya terungkap melalui foto yang diunggah Sri Mulyani di akun sosial media Instagram @smindrawati, dikutip Kamis, 31 Juli.

Sri Mulyani mengatakan dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah konkret dalam mendorong realisasi investasi publik, termasuk strategi pembiayaan melalui opsi penerbitan obligasi Danantara.

“Pembahasan difokuskan pada rencana 33 proyek strategis, dengan 5 proyek prioritas yang berlokasi di beberapa kota,” tulis Sri Mulyani.

Dalam pertemuan ini, sambung Sri Mulyani, disepakati untuk menggarap proyek strategis yang dipilih berdasarkan kesiapan dan potensi manfaat sosial-ekonomi yang tinggi.

“Agar setiap rupiah investasi dapat memberikan nilai tambah bagi pembangunan daerah dan nasional,” tulis Sri Mulyani.

Selain itu, sambung Sri Mulyani, pihaknya bersama dengan Danantara Indonesia juga menyoroti pentingnya menjaga kesinambungan operasional proyek di daerah.

“Komunikasi yang transparan kepada pasar, publik, dan antarlembaga menjadi kunci untuk memperkuat koordinasi,” katanya.

Pertemuan ini, lanjut Sri Mulyani, mencerminkan komitmen bersama antara Kementerian Keuangan dan Danantara untuk menyusun rencana investasi yang lebih terarah, terukur, dan terkoordinasi.

“Harapannya, proyek-proyek ini tidak hanya menggerakkan perekonomian, tetapi juga membawa dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.