Kopi Bisa Menjadi Obat atau Racun, Ketahui Waktu Terbaik Meminumnya

JAKARTA - Meminum kopi yang semula sekadar kesukaan atau kebiasaan, kini telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern, tidak hanya di kota-kota besar.

Meminum kopi bisa memiliki manfaat, bisa juga tidak. Tak kalah penting untuk menyelaraskan meminum kopi dengan rutinitas harian, menurut ahli.

Profesor Lee Jae-dong dari Departemen Akupunktur dan Moksibusi di Pusat Medis Korea Universitas Kyung Hee mengatakan, "kopi bisa menjadi obat atau racun, tergantung kapan Anda meminumnya."

Meskipun kopi bertindak sebagai stimulan energi dengan secara langsung memengaruhi ritme sirkadian tubuh, konsumsi berlebihan atau konsumsi di sore hari dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk gangguan gastrointestinal, insomnia, kecemasan, masalah kardiovaskular, dan kelelahan adrenal, jelasnya.

Ilustrasi kopi. (Unsplash/Najib Kalil)

Menurut Profesor Lee, waktu optimal untuk mengonsumsi kopi adalah antara pukul 09.00 hingga 11.00, karena dapat meningkatkan konsentrasi dan melancarkan sirkulasi darah.

Ia memperingatkan untuk tidak minum kopi antara pukul 05.00 dan 07.00, karena tubuh belum sepenuhnya pulih setelah tidur.

"Minum kopi saat perut kosong pada waktu ini dapat memaksa tubuh untuk menggunakan cadangan energi yang terkuras, yang berpotensi menyebabkan kelelahan dan ketegangan," ujarnya, dilansir dari The Korea Times 28 Agustus.

Antara pukul 07.00 hingga 09.00, fungsi pencernaan mulai aktif setelah sarapan. Sedikit kopi setelah makan mungkin tidak masalah, tetapi mereka yang memiliki perut sensitif harus berhati-hati.

ilustrasi kopi. (Unsplash/Zarak Khan)

Dari pukul 11.00 hingga 13.00, sirkulasi darah dan fungsi tubuh lainnya mencapai puncaknya. Meskipun menikmati kopi sesuai selera pribadi tidak masalah, Lee mencatat, "Karena tubuh sudah memiliki energi yang cukup, asupan kafein yang berlebihan pada waktu ini dapat menstimulasi sistem secara berlebihan."

Kemudian, dari pukul 13.00 hingga pukul 15.00, tubuh mulai beralih ke kondisi rileks, dan sedikit kopi dapat membantu mencegah rasa kantuk. Namun, dari pukul 15.00 hingga 17.00, tingkat energi tubuh mulai menurun.

Mengingat waktu paruh kafein sekitar enam jam, minum kopi selama periode ini dapat mengganggu tidur di malam harinya.

"Mengonsumsi kopi setelah pukul 17.00 dapat merangsang sistem saraf simpatik secara berlebihan, mengganggu tidur, meningkatkan kelelahan, dan mengurangi konsentrasi," jelas Profesor Lee.

"Sebaiknya hindari kopi setelah waktu ini," tandasnya.

Profesor Lee menekankan pentingnya mengatur waktu konsumsi kopi agar sesuai dengan ritme alami tubuh.

"Kita harus berhenti memandang kopi hanya sebagai minuman biasa dan mengenalinya sebagai sesuatu yang memengaruhi aliran energi tubuh kita," jelasnya.

"Penting untuk menyelaraskan asupan kopi dengan ritme harian tubuh," pungkasnya.