WhatsApp Temukan Kampanye Peretasan Baru, Sasar 200 Orang di Seluruh Dunia
JAKARTA - WhatsApp mengumumkan telah menemukan sebuah kampanye spionase siber tingkat tinggi yang memanfaatkan rangkaian celah keamanan pada aplikasi WhatsApp dan perangkat Apple untuk meretas target.
Dalam pernyataan singkat yang dirilis Jumat 29 Agustus, layanan komunikasi milik Meta Platforms itu mengatakan pihaknya telah menambal kerentanan yang memungkinkan para peretas mengeksploitasi kelemahan kedua pada perangkat Apple dan mengambil alih kendali perangkat tersebut. WhatsApp menyebut kurang dari 200 pengguna di seluruh dunia kemungkinan terdampak oleh serangan ini.
Baca juga:
- Jarang Dibahas! Yuk Memahami Bagaimana Listrik dari PLTA Dapat Sampai ke Rumah-Rumah
- Simak, Beberapa Alasan Ini Bikin Orang Kurang Tertarik dengan Google Pixel
- IBM dan NASA Luncurkan Model AI Surya untuk Prediksi Cuaca Matahari
- Mahasiswa BINUS University Tembus Tokyo Game Show 2025 dengan Gim Luminote Mio: Aqualoom at Ocean’s End
Peneliti dari Amnesty International, Donncha O Cearbhaill, menyatakan kelompoknya mulai mengumpulkan data forensik dari para korban potensial. Dalam unggahan di platform X, ia mengungkapkan tanda-tanda awal menunjukkan peretasan ini menargetkan pengguna iPhone maupun Android, termasuk individu dari kelompok masyarakat sipil.
“Ini terlihat bukan hanya berdampak pada WhatsApp, tapi kemungkinan juga aplikasi lain,” tulis O Cearbhaill.
Temuan ini menyoroti meningkatnya ancaman terhadap privasi dan keamanan digital, terutama bagi aktivis, jurnalis, dan anggota masyarakat sipil yang sering menjadi target pengawasan.