Parpol di Inggris Berencana Cabut UU HAM Demi Bisa Deportasi Massal Migran
JAKARTA - Partai politik (parpol) Reform UK berencana untuk untuk mencabut undang-undang hak asasi manusia (HAM) guna memungkinkan deportasi massal pencari suaka atau migran dari Inggris.
Nigel Farage, Ketua Partai Reform UK yang anti-migrasi Inggris mengatakan telah terjadi "invasi" yang mengancam keamanan nasional terkait banyaknya migran di Inggris.
“Suasana hati di negara ini terkait masalah ini merupakan perpaduan antara keputusasaan total dan kemarahan yang meningkat,” kata Farage dalam konferensi pers, Selasa 26 Agustus, dikutip dari Reuters.
“Ini adalah invasi, karena para pemuda ini secara ilegal masuk ke negara kita,” sambungnya.
Pengumuman ini muncul di tengah demonstrasi anti-migran berkelanjutan berskala kecil dalam beberapa minggu terakhir di luar hotel-hotel yang menampung pencari suaka di Inggris.
Demo itu juga sebagai tanggapan atas kekhawatiran akan keselamatan publik di Inggris setelah beberapa individu migran didakwa melakukan kekerasan seksual di Essex.
Jajak pendapat menunjukkan bahwa imigrasi telah melampaui ekonomi sebagai kekhawatiran terbesar pemilih Inggris. Reform UK – yang hanya memiliki empat anggota parlemen tetapi unggul dalam setiap survei niat pemilih – terus menekan Perdana Menteri Inggris yang berasal dari Partai Buruh, Keir Starmer, untuk mengatasi masalah tersebut.
Pada tahun 2024, Inggris mencetak rekor menerima 108.100 pemohon suaka, hampir 20 persen lebih banyak dari tahun sebelumnya.
Para pencari suaka itu banyak yang berasal dari Pakistan, Afghanistan, Iran, dan Bangladesh.
Baca juga:
- Dilanda Demo Anti-Migran, Inggris Janjikan Reformasi Sistem Pengajuan Suaka
- India Selidiki Impor Hewan Ilegal di Kebun Binatang yang Dikelola Putra Orang Terkaya di Asia
- Lagi-lagi Jurnalis Terbunuh, China Kutuk Serangan Israel ke Rumah Sakit di Gaza
- Dwi Hartono, Salah Satu Aktor Utama Pembunuhan Kacab Bank BUMN Ilham Pradipta